Warga Minta Pemko Siantar Hentikan Penangkaran Sarang Walet di Kelurahan Melayu

3778

Siantar, Lensawarga.com – Masyarakat Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, meminta Pemko Siantar melalui dinas terkait untuk segera menertibkan sejumlah usaha penangkaran burung walet yang berada di seputaran Jalan Dr. Wahidin dan Jalan Tanah Jawa.

Gedung Bertingkat Penangkaran Sarang Burung Walet di Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Melayu

Hal tersebut dikarenakan Keberadaan gedung-gedung bertingkat yang hanya dihuni burung dan nyamuk itu dinilai sudah sangat meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga.

Suara kaset yang diputar dari gedung-gedung tersebut membuat warga mengalami gangguan pendengaran akibat dari suara burung walet yang tak berhenti-berhenti berbunyi selama hampir 24 jam.

Baca Juga: Tolak Berhubungan Badan, Suami Tebas Leher Istri Dengan Kapak

Tak hanya itu sarang walet yang juga dihuni oleh nyamuk itu dikhawatirkan akan menjadi sarang penyakit menular seperti gigitan nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti).

Loading...

“Terus terang, kami warga disini sangat terganggu sekali dengan suara-suara burung walet dari gedung bertingkat itu. Kuping kami pun pekak mendengarnya karena gak berhenti-berhenti berbunyi,” ujar Warga sekitar sembari menunjuk gedung sarang walet yang tampak jelas dari depan Masjid Al-Munawaroh, Gg. Karya Islam, Selasa (16/6/2020).

Warga menilai pemilik sarang walet terlalu egois dan terang-terangan mengabaikan kenyamanan warga sekitar dengan memutar suara kaset burung walet dari pagi sampai malam hari.

“Gak pagi, gak siang, gak malam, suara walet terus menerus kami dengar disini, tapi pemiliknya gak pernah ada ditempat. Maksud dia disuruhnya kami dengarin suara waletnya itu, sementara dia gak ada di gedung itu,” ujar Warga yang mengaku sudah sangat kesal dengan keberadaan gedung sarang walet di lingkungannya tersebut.

Menurut Warga, dalam hal ini Pemko Siantar terkesan tutup mata, karena Penangkaran walet ini seharusnya jauh dari pemukiman warga. Tak hanya itu suara walet tersebut juga menggangu aktivitas ibadah warga, terutama di waktu sholat.

“Mungkin karena nilai ekonomisnya yang menjanjikan, jadi dibiarin aja gitu gedung sarang walet itu beroperasi sesuka hati, atau mungkin karena ada backing-nya pengusaha walet itu sehingga suka-sukanya aja bikin gedung walet ditengah pemukiman warga seperti ini,” pungkasnya.

Hal tersebut juga diamini oleh warga lainnya yang mengaku sudah tak bisa berbuat apapun untuk mencegah penangkaran walet beroperasi. Bahkan menurutnya Dinas terkait, sampai saat ini tidak sekalipun melakukan penindakan dan penertiban terhadap gedung-gedung yang berisikan burung walet dan juga nyamuk.

Sementara itu, Lurah Melayu Sugianto, saat dikonfirmasi terkait penangkaran sarang burung walet di kawasannya enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga: PT TPL Tak Tepat Janji, Warga Bosar Nauli Akan Memblokade Akses Jalan

“Pak tlg konfirmasi sama RT atas nama Misni Dan RW atas nama Sangkot,” ujar Sugianto melalui pesan WhatsApp.

Dukung Media Ini
loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :