Warga Lumajang Ditangkap Polisi Karena Menjual Senjata Api Rakitan

26

Lumajang, Lensawarga.com – Joni Mahendra (35) warga Lumajang, Jawa Timur, ditangkap karena diduga memproduksi dan menjual senjata api rakitan. Joni ditangkap setelah senjata api rakitan yang hendak dikirimkan ke calon pembeli terdeteksi petugas Bandara Juanda, Surabaya.

Polisi Saat Mengamankan Barang Bukti Senjata Api Rakitan di Rumah Joni Mahendra

“Berawal dari ditemukannya barang yang bertuliskan onderdil, ternyata setelah diperiksa berisi senjata api beserta sejumlah amunisi dan selongsong. Di situ ditemukan pengirimnya adalah orang Lumajang,” kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Catur Budi Baskara, Sabtu (03/11/2018).

Baca Juga : Pesawat Jenis THRAS PK-ELB Jatuh di Ketapang Saat Menabur Pupuk

Setelah dilakukan pendalaman, Polresta Surabaya bekerja sama dengan pihak Bandara Juanda, setelah itu Polresta Surabaya berkoordinasi dengan Polres Lumajang, dan kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Lumajang.

Catur mengungkapkan, bahwa penggeledahan dilakukan di rumah Joni di Dusun Krajan, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Nama Joni sendiri muncul dari data nama pengirim yang terdeteksi petugas Bandara Juanda.

Loading...

“Pengirimnya tertulis atas nama Hendra S. Sedangkan barang itu ditujukan ke seseorang bernama Husen Prabowo dengan alamat di Jakarta Timur,” kata Catur.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan senjata api rakitan jenis revolver dan ratusan amunisi. Polisi akhirnya menangkap Joni dan mengamankan senjata api rakitan serta ratusan amunisi sebagai barang bukti.

“Saat ini tersangka dan barang bukti senjata api rakitan beserta ratusan amunisi sudah kita amankan di Mapolres Lumajang,” ujar Catur.

Baca Juga : Dituduh Antek Asing dan Aseng, Ini Jawaban Mengejutkan Presiden Jokowi

Joni bisa dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :