Waketum DMI Syafruddin: Perkembangan Peradaban Muslim Tanggung Jawab Generasi Muda Islam - Lensa Warga
News

Waketum DMI Syafruddin: Perkembangan Peradaban Muslim Tanggung Jawab Generasi Muda Islam

Jakarta, Lensawarga.com – Pesatnya perkembangan peradaban Islam yang terjadi saat ini menjadi tanggung jawab generasi muda muslim. Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin dalam paparannya di acara Rakernas I DMI mengatakan telah menyiapkan generasi muda dan kelompok remaja masjid agar mampu berperan dan menjadi pondasi di era digital saat ini.

Rakernas I Dewan Masjid Indonesia (DMI)

Menurut Syafruddin, organisasi generasi muda di bawah DMI seperti BKPRMI, PRIMA, dan ISYEF akan memiliki peran besar untuk kemakmuran umat.

Baca Juga : Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Resmikan Asrama Imam Masjid Al Markaz Al Islami

“Pondasinya ini terletak di generasi muda. Tidak ada perbedaan di DMI semuanya sama agar berkembang dengan baik dan membuat inovasi dan berkontribusi pada perkembangan Islam,” ucap Syafruddin saat memaparkan Progres Program dan Kelembagaan DMI di Jakarta, Sabtu (24/11/2018).

DMI harus menyikapi dengan tepat menghadapi dinamika perubahan yang terjadi begitu cepat.

“Transformasi dan berinovasi adalah jawabannya,” kata Syafruddin yang juga Menteri PAN-RB ini.

DMI telah memasukan teknologi informasi dan digital dalam 10 program unggulan untuk menjawab tantangan era digital dan revolusi industri 4.0. Bahkan organisasi terbesar yang mengurusi masjid di Indonesia ini telah memiliki aplikasi sendiri.

Selain itu DMI berencana meluncurkan TV Muslim pertama di Indonesia.

“Fokus ke depan adalah TV DMI yang sedang kita gagas, karena sudah banyak hamba Allah yang mau membantu,” kata Syafruddin.

Ia menyebut tujuan Rakernas I DMI ini adalah penguatan organisasi agar percepatan implementasi 10 program unggulan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Maka penting membangun kesamaan visi dan misi seluruh pengurus DMI baik di tingkat pusat maupun daerah.

Syafruddin mengingatkan setiap pengurus untuk tidak memanfaatkan DMI Untuk kepentingan politik.

“Jangan membawa rumah Allah untuk berafiliasi politik, walaupun di dalam DMI ini warna-warni, ada yang dari kalangan birokrat, nasionalis, dan agamis,” ujarnya.

DMI menurut Syafruddin, hanya berbicara aspek strategis taktis dan teknis penajaman program demi memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Organisasi ini harus dapat menjadikan Indonesia sebagai contoh keberlangsungan kemajuan peradaban Islam sebagai negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia.

Syafruddin mengambil dirinya sebagai contoh. Sehari-hari, ia adalah seorang Menteri di Kabinet Kerja saat ini.

“Saya memang punya afiliasi di luar sebagai pemerintah. Tapi genggaman tangan pemerintah tidak boleh saya bawa ke masjid,” katanya.

Baca Juga : Masjid Semi Permanen yang Dibangun Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Sulteng Sudah Berfungsi

Menurut Syafruddin, DMI mengurus benda yaitu masjid. Bukan orang-orang.

“Benda tidak punya afiliasi politik,” kata Syafruddin.

Bagikan :

Tentang Penulis

Redaksi

www.lensawarga.com

Tinggalkan Komentar