Video Bocah SD di Bully Viral di Sosmed, DPRD Bandung akan Panggil Pihak Sekolah

135

Bandung, Lensawarga.com – Pada Jumat (31/08/2018) kemarin, warganet dihebohkan dengan video berisikan aksi bully yang dilakukan siswa SD di Kota Bandung jadi viral di media sosial.

Tangkapan Layar Video Bocah SD di Bully yang diunggah pemilik akun Instagram @seeking_dorothy58

Video itu menyebar melalui media sosial Instagram, salah satunya diunggah oleh pemilik akun @seeking_dorothy58.

Dilansir detikcom, DPRD Kota Bandung merasa prihatin atas insiden tersebut. Pengawasan pihak sekolah dipertanyakan perihal aksi bully tersebut.

“Pertama adalah tentu prihatin ternyata ada aksi (bully) anak-anak golden age, anak-anak butuh bimbingan. Saya sayangkan pengawasan (yang dilakukan) guru di sekolah tersebut,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha, saat dihubungi, Sabtu (01/09/2018).

Baca Juga : Video Pemukulan di SMKN 3 Tegal Viral di Media Sosial, Ini Kata Wakil Kepala Sekolah

Loading...

Seharusnya, dia menilai, aksi bully itu tidak perlu terjadi bila pengawasan maksimal dilakukan pihak sekolah. Harusnya, sambung Ahmad, guru atau wali kelas senantiasa mengawasi anak didiknya.

“Kalau tidak ada pembelajaran (guru harusnya) mutar ke setiap kelas. Karena pendidikan harus menjangkau seluruh aspek. Pengawasan harus dilakukan dengan baik,” ujarnya.

DPRD Kota Bandung berencana memanggil kepala sekolah dan Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan terkait kasus bully yang terjadi di salah satu SD ternama di Bandung.

“Akan kita panggil kepala sekolah (SD tersebut) untuk minta penjelasan. Pendidikan itu harus bangun rasa kasih sayang, toleransi juga,” kata Ahmad.

Baca Juga : Jack Ma Bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor

Menurutnya, pihak sekolah harus menjelaskan secara rinci kenapa aksi bully yang dilakukan siswa didiknya bisa terjadi. Sebab dia menduga insiden bully ini bukan sekali terjadi.

“Aksi bully seperti ini masa sampai tidak ketahuan. Muncul bully pasti tidak sekali. Apalagi ini banyakan, masa tidak ketahuan,” tuturnya.

Terlepas dari itu, pihaknya meminta agar semua sekolah untuk meningkatkan pengawasan. “Jangan kemudian membangun sikap premanisme di SD,” ujar Ahmad

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :