Usai Diperiksa Kasus Proyek e-KTP, Diah Anggraeni Irit Bicara

19

Jakarta, Lensawarga.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni. Diah diperiksa sebagai saksi kasus korupsi e-KTP.

Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni

Usai menjalani pemeriksaan, sejumlah wartawan pun langsung menghampiri eks Sekjen Kemendagri itu untuk menanyakan perihal seputar pemeriksaannya. Namun, Diah Anggraeni hanya irit bicara dan enggan memberikan jawaban.

Baca Juga : Pangdam dan Danrem 082/CPYJ Sambut Kunjungan Panglima TNI di Mojokerto

Dilansir detikcom, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (9/8/2019). Diah tampak mengenakan batik coklat  dan dikawal oleh seseorang saat keluar gedung KPK. Diah tidak menjelaskan hasil pemeriksaan yang dijalaninya.

“Tanya Febri saja,” kata Diah yang menuju mobilnya.

Loading...

Diah juga tidak menjelaskan keterangan untuk siapa nama dalam kasus tersebut. Dia hanya terus berjalan menuju mobilnya.

“Tanya mas Febri saja,” ujarnya.

Dalam agenda pemeriksaan KPK hari ini tidak ada tercantum nama Diah Anggraeni. Saat dikonfirmasi, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan Diah Anggraeni diperiksa sebagai saksi terkait pengembangan kasus proyek e-KTP.

“Saksi pemeriksaan dalam proses pengembangan perkara e-KTP,” kata Febri.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku sudah menandatangani surat perintah penyidikan (sprindik) penetapan tersangka baru kasus proyek e-KTP. Agus menyebut tersangka baru itu akan segera diumumkan.

“Sudah ada, nanti diumumkan, sprindiknya sudah saya tanda tangani,” kata Agus Rahardjo di gedung KPK Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (8/8).

Agus belum menjelaskan lebih detail mengenai waktu kapan diumumkan serta identitas tersangka baru tersebut.

Baca Juga : Danrem Baladhika Jaya Gelar Kunjungan Kerja ke Banyuwangi dan Jember

Hingga saat ini, ada delapan orang yang sudah diproses oleh KPK dalam kasus e-KTP. Berikut daftarnya:

1. Mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan dan pidana tambahan uang pengganti USD 500 ribu dan Rp 1 miliar.

2. Mantan pejabat Kemendagri Sugiharto. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan dan pidana tambahan uang pengganti USD 450 ribu dan Rp 460 juta.

3. Mantan Ketua DPR Setya Novanto. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan serta uang pengganti USD 7,3 juta dan dicabut hak politiknya selama 5 tahun.

4. Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dia dihukum 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar serta uang pengganti Rp 1,1 miliar dan USD 2,5 juta.

5. Eks Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. Dia dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan. Dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp 20,7 miliar.

6. Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Dia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

7. Pengusaha Made Oka Masagung. Dia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

8. Anggota DPR Markus Nari. Saat ini KPK telah menyelesaikan proses penyidikannya dan segera disidang.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :