Upah Dibawah UMK, Puluhan Karyawan Martabe Golf Mogok Kerja

109

Deli Serdang, Lensawarga.com – Puluhan karyawan PT. Taipan Asri Internasional (Martabe Golf) mengadakan Aksi Mogok kerja di Club House Martabe Golf, Jl. Letjend. Jamin Ginting Km 22 Medan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (2/3/2019) Pukul 08.00 WIB.

Puluhan Karyawan Martabe Golf Mogok Kerja

Aksi Mogok kerja yang dilaksanakan oleh puluhan karyawan tersebut dikarenakan oleh penerimaan Upah yang tidak sesuai atau sangat jauh tertinggal dari Pengupahan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Upah yang saat ini diterima oleh karyawan Martabe Golf hanya sebesar Rp. 1.400.000 sedangkan upah yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang sebesar Rp. 2.938.524.

Baca Juga : Beberapa Perusahaan Industri Diduga Buang Limbah B3 ke Wilayah Medan Utara

Koordinator Aksi Luther Tarigan mengatakan, bahwa dengan upah yang dibayarkan kepada karyawan sebesar Rp 1.400.000 sangat tidak layak bahkan jauh dari upah yang ditetapkan oleh Pemkab Deli Serdang.

“Jangankan memenuhi kebutuhan hidup keluarga, untuk kebutuhan karyawan sendiri saja tentunya gaji segitu tidak cukup,” ujar Luther.

Loading...

Luther menambahkan, bahwa aksi tersebut akan terus dilanjutkan jika perusahaan belum juga memberikan keputusan atau jawaban yang positif terhadap karyawan yang melaksanakan mogok kerja dalam tuntutan tersebut.

Menurut Luther selain upah tersebut, masih banyak lagi hak-hak karyawan yang belum dipenuhi oleh pihak perusahaan selama puluhan tahun bekerja.

“Seperti karyawan BHL (Buruh Harian Lepas), mereka sudah bekerja selama sepuluh tahun bahkan ada yang sudah bekerja selama dua puluh tahun lebih, tapi mereka tidak di daftarkan oleh Perusahaan menjadi Peserta BPJS dan tidak mendapat hak-hak Normatif lainnya,” terang Luther yang juga Ketua PK SBSI-1992 di PT. Taipan Asri Internasional (Martabe Golf).

“Sudah bertahun-tahun kami mengabdi kepada Perusahaan ini, tetapi Perusahaan tidak peduli terhadap kesejahteraan kami sebagai karyawan, kami tidak pernah merasakan hidup yang layak dan sejahtera selama bekerja di Perusahaan ini,” sambungnya lagi.

Sementara itu salah seorang perwakilan dari Perusahaan, Ham Tjin Khun (Akhun) mengatakan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan terkait tuntutan para pekerja.

“Saya sudah sampaikan tuntutan karyawan secara rinci kepada Pak Martin Sembiring Meliala selaku Dirut, tetapi beliau mengatakan tunggu pak Elson selaku Owner dalam Perusahaan, beliau tidak ada di medan saat ini,” tandasnya.

Akhun menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa mengambil keputusan sepihak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dari atasan.

“Saya tidak bisa membuat keputusan karena saya juga makan gaji sama seperti teman-teman karyawan yang sedang melakukan Aksi Mogok kerja saat ini,” ujarnya.

Kenari Gurusinga yang juga salah satu karyawan yang ikut melakukan aksi mogok kerja mengatakan, bahwa dia bersama dengan teman-teman lainnya akan terus melanjutkan aksi mogok kerja jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Baca Juga : Diduga Pungli dan Persulit Pengurusan Surat Warga, Walikota Medan Diminta Copot Lurah Tanjung Mulia Hilir

“Kami akan tetap melakukan aksi sampai tuntutan kami ditanggapi dengan hasil yang positif,” pungkasnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :