Umat Islam Australia Berdoa Minta Hujan Saat Salat Idul Adha

Sydney, Lensawarga.com – Sekitar 30.000 umat Islam Australia berkumpul di Sydney, Selasa (21/08/2018) untuk berdoa dan melakukan salat minta hujan. Hal tersebut dilakukan untuk mengakhiri kekeringan yang disebut merupakan yang terburuk dalam ingatan banyak orang.

Puluhan Ribu Orang Berkumpul Untuk Melakukan Salat Ied

Para jamaah dari 16 mesjid berkumpul bersama dalam “Ikatan Solidaritas dan Persatuan” dengan para petani dan lainnya yang terkena dampak kekeringan.

Doa dilangsungkan saat salat Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Mereka juga melakukan kampanye penggalangan dana untuk membantu para petani yang terkena dampak.

Baca Juga : Viral, Sapi ‘Mampir’ Dulu ke Kafe, Sebelum Dikurbankan Kemudian

Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Muslim Lebanon (LMA) di Masjid Lakemba di Sydney barat.

Loading...

“Sebagai satu keluarga Australia, kita semua perlu melakukan tugas kita dan berdiri dalam solidaritas bersama mereka yang membutuhkan,” kata Samier Dandan, presiden LMA.

“Sekarang saatnya kita bersatu dan mengulurkan tangan kita dalam persahabatan dengan mereka yang sekarang menderita.”

Salat minta hujan diselenggarakan di Masjid Lakemba di Sydney. (LMA)

Masjid Lakemba, Sidney

Kepada BBC, Ahmad Malas, direktur LMA, mengatakan bahwa suasana di acara itu “sangat positif”.

Ia mengatakan bahwa salat hujan sering dilakukan selama masa kekeringan. Sebagian Australia menderita kekeringan ekstrem, dan di semua wilayah New South Wales (NSW) negara bagian yang paling padat penduduknya – dinyatakan terkena dampak kekeringan itu.

Lebih dari separuh negara bagian Queensland juga mengalami kekeringan akut sementara sebagian wilayah negara bagian Victoria dan South Australia juga mengalami kekeringan dalam derajat yang lain.

Para petani sangat terpukul oleh kelangkaan air yang parah, yang menyebabkan mereka mengalami kesulitan tanaman pangan untuk memberi makan ternak mereka.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull memperingatkan bahwa negara itu telah menjadi “negeri tandus”.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :