Tradisi ‘Kawin Gantung’ di Balik Kaburnya Hilda

39

Tasikmalaya, Lensawarga.com – Proses pencarian Hilda Fauziah terus berlangsung. Polres Tasikmalaya menelusuri gadis berparas cantik asal Kampung Cijambu itu dengan melibatkan seluruh personel Babinkamtibmas.

Hilda Fauziah (dok. Istimewa)

Dilansir detikcom, Video berisi foto Hilda turut disebar melalui media sosial serta kantor polisi di seluruh Jawa Barat.

Baca Juga : Fakta-fakta Memilukan Kasus Incest di Lampung

“Kami kepolisian terus berupaya mencari keberadaan Hilda. Anggota Babinkamtibmas turut dilibatkan untuk menyerap dan mencari keberadaan gadis ini, video dan foto-foto Hilda juga disebar,” ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra di Mapolres Tasikmalaya, Senin (25/2/2019).

Bukan hanya polisi, KPAID Kabupaten Tasikmalaya menyebar tim satgas untuk mencari Hilda. Berdasarkan investigasi di lapangan, KPAID menemukan terdapat tradisi turun temurun terkait pernikahan anak gadis di Kampung Cijambu, termasuk menimpa Hilda.

Loading...

Anak gadis sudah dilamar pria sejak lulus dari sekolah dasar (SD). Meski tidak terjadi pernikahan dini, keluarga perempuan tidak akan lagi menerima pria lain jika disepakati kedua belah pihak.

Temuan KPAID, ada tradisi anak gadis warga Cijambu hanya menikah dengan pria keturunan warga Cijambu, tidak dengan daerah yang lain.

“Jadi temuan kami ada tradisi lokal yang terjadi di tengah masyarakat kampung Cijambu. Anak begitu lulus SD langsung ditandai oleh pria yang menyukainya. Kalau sudah disepakati, anak gadis ini tidak bisa pindah kelain hati, walau pun tidak dinikahkan saat di bawah umur,” ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto di kantor Desa Cikawung.

“Istilah kami ya ‘kawin gantung’, ini ternyata terjadi di tengah masyarakat kita,” ucap Ato menambahkan.

Tradisi ‘kawin gantung’ dibenarkan Kades Cikawung Asep Sambas. Khusus di Cijambu, menurut dia, sejak lama terjadi tradisi tersebut tapi bukan perjodohan, melainkan hasil kesepakatan anak dan kedua belah pihak.

Baca Juga : Begini Kronologi Seorang Wanita Digigit Orang Utan di Aceh Timur

“Tradisi di kampung Cijambu seperti itu. Kalau sudah ada satu pria yang masuk, anak (gadis perempuan) enggak bisa ke pria lain,” kata Asep via telepon.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :