TPL Bantu Warga Parlilitan Lewat Kelompok Tani Hutan

152

Humbahas, Lensawarga.com – PT Toba Pulp Lestari (TPL) memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Marsada Pangamanan Dusun Bintang Maria, Desa Simataniari, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan di lahan konsesi milik TPL estate Tele.

Penanaman Kemenyan Secara Simbolis Oleh Camat Parlilitan

Bantuan tersebut diberikan berupa bibit pohon kemenyan yang diberikan oleh pihak manajemen PT TPL kepada KTH Marsada. Penanaman dilakukan secara simbolis oleh Ketua Kelompok, Camat, Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat Parlilitan serta pihak manajemen PT TPL.

Ketua KTH Marsada, Maruba Simbolon mengatakan sangat bersyukur atas apa yang didapat kelompoknya dari pihak TPL. Dirinya mengatakan perkebunan kemenyan di desanya sudah lama tidak produktif lagi, namun melalui kerjasama dengan TPL perkebunan kemenyan bisa produktif lagi untuk meningkatkan perekonomian warga setempat.

“Dulunya mata pencaharian di desa ini dominan dari kemenyan, namun sudah lama sekali tidak produktif lagi, kita sangat bersyukur melalui kerjasama ini, warga di desa kami ini dapat berkebun kemenyan lagi dan semoga dapat lebih meningkatkan perekonomian warga di desa ini,” kata Maruba.

Penanaman Kemenyan Secara Simbolis Oleh Warga Desa Simataniari Parlilitan

Maruba juga mengatakan banyak kelompok masyarakat yang salah duga dengan kehadiran TPL, dirinya berharap para kelompok masyarakat yang selama ini beranggapan bahwa TPL perusak dan perampas tanah warga dapat bergabung dengan mereka dan merasakan kebaikan yang didapatkan dari perusahaan multinasional tersebut.

Loading...

Baca Juga : PT Toba Pulp Lestari Salurkan Bantuan Material Bangunan untuk Kantor Pangulu Tangga Batu

“Banyak kelompok masyarakat yang mengatakan TPL itu perusak dan perampas tanah warga, mereka itu salah kaprah, banyak kebaikan dan hal positif yang bisa didapat dari TPL, kami berharap masyarakat yang kontra dengan TPL bisa bergabung atau membentuk kelompok seperti kami,” ujar Maruba.

Senada dengan Maruba, Sitanggang yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di Desa Simataniari juga mengatakan bahwa dirinya dulu sempat ikut konflik dengan TPL, namun setelah dilakukan upaya penyelesaian konflik dan mengetahui poin-poin dalam penyelesaian tersebut, dirinya baru sadar bahwa TPL tidak seburuk yang dia duga.

“Dulu saya pernah ikut dalam konflik dengan TPL, sekitar tahun 90-an saya ikut dalam penandatanganan penyelesaian konflik di Medan, setelah saya baca poin-poin nya saya baru sadar kalai TPL itu tidak seburuk yang saya kira, bahkan banyak hal positif yang bisa didapat masyarakat dengan kehadiran TPL ini,” jelas Sitanggang.

Sahata Purba yang mewakili pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui KPH XIII Doloksanggul dalam sambutannya, menerangkan bahwa apa yang di isukan oleh beberapa kelompok masyarakat bahwa TPL pencuri tanah masyarakat itu tidak benar. Sahata menerangkan bahwa pihak TPL itu menyewa tanah negara atau disebut konsesi dari pemerintah pusat melalui kementerian, dirinya juga menerangkan jika ada masyarakat yang merasa tanah miliknya di usahai oleh TPL maka pihaknya siap membantu dengan menyerahkan bukti-bukti kepemilkan yang sah.

“Apa yang di isukan selama ini tentang penyerobotan tanah oleh TPL itu tidak benar, TPL itu menyewa atau yang sering disebut konsesi setiap lahan yang mereka usahai dari negara, dan dapat ijin dari pemerintah pusat melalui kementerian, namun kalau ada masyarakat yang merasa tanahnya diusahai oleh TPL kita siap membantu, namun harus dengan bukti-bukti kepemilikan yang sah,” terang Sahata.

Dari pihak TPL sendiri, Juanda Panjaitan selaku senior manajer PT TPL mengatakan bahwa pihaknya selalu berusaha merangkul masyarakat sekitar lahan konsesi TPL. Juanda juga mengatakan TPL telah banyak memberikan bantuan terhadap masyarakat, seperti bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan sampai pertanian, serta seluruh hasil dari bantuan tersebut terang Juanda murni untuk masyarakat.

“TPL sudah banyak memberikan program bantuan pada masyarakat sekitar lahan konsesi, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan sampai pertanian sudah kita bantu, dan seluruh hasilnya itu untuk masyarakat,” kata Juanda.

Juanda juga menepis isu yang mengatakan bahwa eucalyptus yang ditanami oleh TPL itu sangat boros dalam menyerap air dan merusak kesuburan tanah, dirinya mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan tumpang sari di beberapa lahan konsesi TPL.

Baca Juga : Toba Pulp Lestari Adakan Media Visit di Pabrik Parmaksian

“Ada oknum kelompok yang mengatakan bahwa eucalyptus yang kita tanam itu boros menyerap air tanah, merusak kesuburan tanah dan lain sebagainya. Itu semua tidak benar, saat ini kita telah melakukan penanaman tumpang sari. Jadi disela-sela pohon eucalyptus itu kita menanami tanaman kehidupan, tanaman muda yang dapat menghasilkan untuk masyarakat,” jelas Juanda.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :