Tim Prabowo: Politik Kami Bukan Genderuwo

50

Jakarta, Lensawarga.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghebohkan publik terkait pernyataannya mengenai ‘politikus genderuwo’, yang menurutnya politikus genderuwo adalah yang berpolitik dengan membuat propaganda dan ketakutan di masyarakat.

Faldo Maldini

Dilansir detikcom, Hal itu disampaikan Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (09/11/2018). Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan tentang besarnya NKRI dengan keberagaman yang ada.

Baca Juga : Dituduh Antek Asing dan Aseng, Ini Jawaban Mengejutkan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama masyarakat. Jangan sampai terpengaruh oleh politikus yang suka menakut-nakuti yang dia sebut sebagai ‘genderuwo’.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? Itu sering saya sampaikan itu namanya ‘politik genderuwo’, nakut-nakuti,” kata Jokowi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pagi tadi.

Loading...

“Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja kok ditakut-takuti. Iya tidak? Masyarakat senang-senang kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali. Jangan sampai propaganda ketakutan menciptakan suasana ketidakpastian, menciptakan munculnya keragu-raguan,” imbuhnya.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno percaya diri, bahwa istilah yang dilontarkan oleh Jokowi itu bukan dialamatkan untuk mereka.

“Tidak cocok ‘politik Genderuwo’ dituduhkan ke pendukung kami, saya kira tidaklah. Kami ini ‘politik kerjo legowo’,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Faldo Maldini, kepada wartawan, Jumat (09/11/2018).

Faldo mencontohkan slogan Sandiaga yang mengusung ‘empat as’, yakni kerja keras, ikhlas, cerdas, dan tuntas. Menurut dia, nilai-nilai itu telah disebarluaskan Sandiaga.

“Bang Sandi sudah keluar-masuk kampus menyebarkan semangat positif itu. Dia ceritakan bagaimana dia membangun usahanya sampai punya karyawan puluhan ribu orang. Saya kira ini beliau adalah role model anak mudah saat ini,” ujar politikus PAN itu.

“Nah, daripada kita bahas genderuwo, lebih baik kita fokus caranya buat mendorong anak bangsa berkontribusi lewat kerjo legowo. Banyak lapangan kerja baru, banyak yang bisa melamar calon pasangannya dengan pede,” sambungnya.

Faldo menilai ucapan Jokowi ditujukan bagi orang yang suka mencaci maki. Baik dari pendukung Jokowi maupun pendukung Prabowo-Sandi.

Baca Juga : Jokowi: Politik Genderuwo Harus Disetop!

“Sepertinya, itu untuk orang yang suka mencaci maki. Mungkin ada dari pendukung Pak Prabowo dan Pak Sandi, tetapi juga tidak kalah banyak di antara pendukung petahana. Imbauan semacam itu saya kira penting disampaikan Presiden, untuk kedua pendukung,” jelas Faldo.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :