Tertangkapnya Andi Arief, Politisi PSI: Kita Diingatkan Agar Lebih Hati-hati Pilih Caleg pada Pileg 2019

Bali, Lensawarga.com – Advokat sekaligus Politisi Solidaritas Indonesia (PSI) I Kadek Agus Mulyawan turut menyoroti berita penangkapan Wasekjen Demokrat Andi Arief yang diduga menggunakan narkoba. Andi Arief ditangkap tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di sebuah hotel mewah di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

I Kadek Agus Mulyawan

“Ini seperti sebuah pesan politik kita diingatkan semua supaya kita lebih berhati-hatilah dalam melihat figur-figur politikus kita yang akan dijadikan calon legislatif karena tidak semua calon bersih bahkan ada yang bertindak seperti preman,” ujar Agus, Selasa (5/3/2019).

Baca Juga : Wasekjen Demokrat Andi Arief Ditangkap Bersama Seorang Wanita di Hotel Mewah

“Pada mereka yang terlibat dalam kasus korupsi, pungli dan narkoba, sudah banyak oknum-oknum politikus kita yang ditangkap atas kasus tersebut jadi harus benar-benar hati-hati saat mencoblos 17 April 2019 nanti karena jika kita salah pilih maka akan merugikan rakyat dan negara,” sambungnya.

Agus juga mengungkapkan, bahwa dalam daftar Parpol dengan Kader terbanyak diciduk KPK justru datang dari partai-partai besar, begitu juga dalam kasus narkoba sudah banyak juga oknum-oknum kader dan politikus partai besar ditangkap karena kasus narkoba.

Loading...

“Nah, mereka yang tertangkap itu preman dan bertindak sebagai politikus sontoloyo, jadi jangan terpancing untuk memilih mereka itu dan oknum seperti itu biasanya bertindak menggunakan politik uang secara berlebihan karena ingin dipilih dengan menyembunyikan ketidakmampuannya atau calon tidak berkualitas,” ujar Agus.

“Jika yang begitu bisa terpilih apa jadinya negara kita. Jadi diharapkan kehati-hatian kita dalam memilih calon legislatif di Pemilu 2019 dengan penuh kewaspadaan pemilih, kita berharap pelaku kejahatan korupsi dan narkoba dari parlemen tidak terus bertambah,” ungkapnya.

Agus yang juga merupakan Caleg DPRD Provinsi Bali ini menambahkan, bahwa dirinya telah banyak mendengar tentang narkoba sesungguhnya berasal dari mereka. Namun Agus tak menyebutkan pasti siapakah yang dimaksud dengan mereka itu.

“Untuk menambah efek jera, harusnya diberikan hukuman terberat untuk pengedar narkoba, karena kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) dan jaringan peredarannya sangat luas sering disebut kejahatan antar negara (transnational crime) dan dampaknya merusak dari kesehatan dan karakter bangsa,” beber Agus.

Menurut Agus, berdasarkan berbagai kasus-kasus empiris, kejahatan narkotika di Indonesia sudah mencapai tahap yang membahayakan.

Baca Juga : Andi Arief Ditangkap Polisi karena Narkoba, BPN Prabowo: Ini Musibah

“Jadi harapan saya, jangan sampai kita terkena kasus-kasus narkoba, begitu juga di dapil saya, sebab sesuai data ilmiah dampak kejahatan narkotika demikian mencekam karena akibat pemakaian tersebut dapat tumbuh budaya malas, konsumtif, bahkan tindakan kriminal dan lain lain yang merugikan kita,” cetusnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :