Terkait Pembobolan ATM, Poldasu Panggil Pihak BRI Wilayah Medan

28

Medan, Lensawarga.com – Terkait Pembobolan ATM, Penyidik Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Poldasu melayangkan surat panggilan kepada Kepala Cabang Wilayah BRI Medan untuk mendapatkan data dan identitas yang tertera di kartu ATM yang disita dari tersangka Dedy Agustriono.

Ilustrasi ATM BRI

“Kita sudah melayangkan surat pangggilan ke Kacab BRI Medan namun mereka minta agar ditujukan kepada Kepala Wilayah BRI Medan. Kita telah layangkan suratnya,” kata Kasubdit III/Jahtanras AKBP Maringan Simanjuntak didampingi Kanit I Kompol RA Sitinjak kepada wartawan, Kamis (13/09/2018).

Baca Juga : Tinju Wajah Istri Sampai Berdarah, PNS Dishut Dipolisikan

Maringan mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk minta bantuan membuka nama dan alamat orang yang tertera di kartu ATM yang disita dari tangan tersangka Dedy Agustriono (37) warga Jalan Karya Bakti I Kelurahan Sarirejo/Jalan Marindal Gang Baru.

Tersangka Dedy Agustriono warga Jalan Karya Bakti I Kelurahan Sarirejo/Jalan Marindal Gang Baru ditangkap karena menguras uang milik nasabah dari mesin ATM.

Loading...

Modusnya, tersangka memasukkan lidi ke mulut mesin ATM sehingga bila nasabah akan menarik uangnya, kartu akan lengket dan mesin tidak dapat memproses pencairan uang.

Karena kartu lengket, nasabah panik dan kepanikan itu dimanfaatkan tersangka Dedy yang sedari awal menunggu calon korbannya di lokasi Mesin ATM.

Baca Juga : Kapolres Pelabuhan Belawan dan Ibu Bhayangkari Resmikan Rumah Singgah Sahabat Polisi

Kemudian, tersangka berpura-pura menawarkan jasa kepada nasabah tersebut dengan menanyakan nomor PIN. Begitu nomor pin diperoleh, lalu tersangka menguras uang milik nasabah di mesin ATM tersebut.

Untuk kasus Dedy, terangnya, dari hasil interogasi yang dilakukan penyidik, tersangka telah 10 kali beraksi membobol ATM nasabah dengan menggunakan sebatang lidi. Dari aksinya, ia paling banyak memperoleh uang sebesar Rp 2,5 juta sejak setahun terakhir.

“Pelaku belajar dari tutorial youtube dan televisi. Sebelumnya ia juga pernah ditahan di Polsek Sunggal dengan kasus yang sama,” terangnya.

RA Sitinjak mengaku, untuk mengembangkan kasus yang dilakukan Dedy, pihaknya juga sudah melakukan penyuratan terhadap manajemen BRI. Hal ini dilakukan, karena saat ditangkap, dari tangan Dedy juga ditemukan 10 unit kartu ATM BRI. “Senin depan rencana kita akan minta keterangan terhadap pihak Bank,” tandasnya.

Nasabah Dihimbau Waspada

AKBP Maringan Samanjuntak dan Kompol RA Sitinjak menghimbau supaya nasabah bank untuk selalu waspada dalam melakukan penarikan uang di mesin ATM, khususnya di mall, hotel, SPBU maupun gerai toko baik Alfamart maupun Indomaret.

Sebab, para pelaku kejahatan pembobol ATM ini, kerap memanfaatkan kepanikan nasabah untuk menguras isi tabungan korbannya.”Biasanya pelakunya memanfaatkan kepanikan nasabah, yang kartunya tersangkut di dalam mesin ATM,” ungkapnya.

RA Sitinjak menjelaskan, ketika nasabah panik karena kartunya tertelan dalam mesin, biasanya pelaku akan berpura-pura untuk menjadi penolong.

Modus itu dilakukan pelaku, untuk dapat memperoleh informasi kode pin ATM korban, seperti yang dilakukan oleh tersangka Dedy Agustriono (37) warga Jalan Karya Bakti I Kelurahan Sarirejo/Jalan Marindal Gang Baru, yang ditangkap saat beraksi di ATM Alfamidi Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, pada Kamis (06/09/2018) pukul 17.00 WIB lalu.

“Karenanya jika ada masalah pada mesin ATM agar melaporkan kepada security atau petugas dilokasi. Jangan malah bertanya kepada masyarakat yang ada di sekeliling, karena bisa jadi merupakan bagian dari sindikat pembobol ATM,” jelasnya.

Baca Juga : Jaga Kekompakan Silaturahmi, Kasdam I/BB Gowes Bareng 92 Pamen dan Prajurit

Kendati begitu, RA Sitinjak menambahkan, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap modus pelaku pembobol ATM lainnya yang menempelkan nomor telpon dengan berpura-pura sebagai operator Bank.

“Kasusnya dulu juga pernah ditemukan di Tebing Tinggi. Biasanya pelaku menggunakan nomor telpon flexy yang memiliki kode 061 atau 021,” pungkasnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :