Tak Miliki Izin dan Melanggar Perda, Satpol PP Akan Bongkar Bangunan Sarang Burung Walet di Kota Pematangsiantar

10265

Siantar, Lensawarga.com – Pembangunan gedung penangkaran sarang burung walet di kota Pematangsiantar kian hari semakin meresahkan masyarakat, khususnya gedung bangunan yang berada diseputaran Jalan Wahidin, Jalan Tanah Jawa dan Jalan Sriwijaya. Dari gedung-gedung bertingkat yang digunakan sebagai penangkaran burung walet tersebut terdengar jelas bunyi rekaman suara burung walet.

Sarang Burung Walet di Jalan Wahidin Pematangsiantar (Foto Yang Dilingkaran Merah)

Selain itu, warga disekitar bangunan juga mulai mengeluh lantaran bunyi suara yang dikeluarkan sangat bising dan mengganggu pendengaran, terutama saat akan melakukan aktivitas ibadah seperti Sholat.

Baca Juga: Warga Minta Pemko Siantar Hentikan Penangkaran Sarang Walet di Kelurahan Melayu

Tak jarang, saat Sholat Zuhur pada siang hari tiba, suara bunyian dari gedung-gedung tersebut seperti sengaja dikuatkan oleh Pemiliknya, sehingga Adzan yang berkumandang dari Masjid menjadi terdengar samar-samar lantaran suara rekaman bunyi burung walet yang sangat kuat.

Menanggapi hal tersebut Kakan Satpol PP Pematangsiantar Robert Samosir angkat bicara, terkait maraknya penangkaran sarang burung walet di kota Pematangsiantar, Robert mengatakan bahwa di pusat kota Pematangsiantar tidak diizinkan adanya penangkaran walet.

Loading...

“Berdasarkan rapat yang digelar bersama Dinas Perizinan, untuk Penangkaran burung walet di pusat kota tidak diizinkan,” ujar Robert kepada Lensawarga.com, Minggu (5/7/2020).

Setelah dilakukan pendataan, ditemukan bahwa ada 5 bangunan penangkaran sarang walet di kota Pematangsiantar yang tidak memiliki izin usaha dan juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 1992 Tentang Wajib Bersih Lingkungan, Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang wilayah Kota Pematangsiantar.

“Sekaitan dengan hal tersebut, kami sudah meminta kepada para pemilik penangkaran sarang burung walet untuk menghentikan usahanya. Apabila tidak diindahkan, Satuan Polisi Pamong Praja akan segera menertibkannya,” terang Kakan Satpol PP yang dikenal sangat tegas dalam melakukan penertiban terhadap oknum-oknum yang melakukan pelanggaran Perda.

Surat Teguran I Yang Dilayangkan oleh Pihak Satpol PP Pematangsiantar Kepada Para Pemilik Sarang Burung Walet

Diketahui setidaknya ada 5 Penangkaran sarang burung walet di kota Pematangsiantar yang tak memiliki izin dan melanggar perda. Berikut nama-nama Pemilik Tangkar Burung yang sudah disurati atau diberikan Teguran I oleh pihak Satpol PP kota Pematangsiantar:

1. Edi, Jl. Sriwijaya, No. 11
2. Lihua, Jl. Dr. Wahidin
3. Ahui, Jl. Tanah Jawa
4. Safi’i, Jl. Tanah Jawa
5. Jumina, Jl. Sriwijaya

Baca Juga: Bikin Malu, Oknum ASN Lurah di Aek Loba Pekan Meringkuk di Sel Polres Asahan

Pihak Satpol PP kota Pematangsiantar masih menunggu itikad baik dari para Pemilik sarang burung walet dan mau membongkar sendiri sarang burung walet miliknya, sebelum pihak Satpol PP melakukan upaya paksa untuk melakukan Pembongkaran.

Dukung Media Ini
loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :