Tak Dapat Jatah Tanah, Seorang Oknum Mengaku Wartawan Takut-Takuti Pangulu

65

Simalungun, Lensawarga.com – Seorang yang mengaku wartawan berinisial “Bkr” takut- takuti (ogap-ogap) pangulu di Simpang Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Terungkap, Aksi ogap-ogap tersebut lantaran tidak diberikan jatah lahan dalam pengurusan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yakni lahan untuk masyarakat setempat.

Lokasi Lahan Sipangan Bolon Yang Menjadi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Kabupaten Simalungun

Namun Informasi yang di dapat dari wartawan lensawarga.com di lapangan, Senin (13/08/2018). Aksi oknum yang mengaku wartawan tersebut diawali adanya Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) untuk perluasan lahan pertanian dan kesejahteraan petani bagi warga Nagori Sipangan Bolon.

Menurut penuturan warga bahwa Bkr meminta jatah lahan, sedangkan Bkr bukan warga Sipangan Bolon, tetapi warga girsang, “Kenapa pulak dia meminta jatah lahan dari TORA,” ucap warga bermarga Pardosi.

Pardosi menyesalkan sikap oknum yang mengaku wartawan tersebut yang mengaku sebagai warga Nagori Sipangan Bolon terkait keberadaan lahan di Sitahoan.

Baca Juga : SMK-PP Negeri Saree Berhasil Meraih Juara 2 NSDC 2018

Loading...

Selanjutnya, perangkat pangulu mengatakan pihaknya akan mengumpulkan masyarakat Sipangan Bolon pada hari Senin, untuk mengetahui masyarakat yang keberatan akan pembagian TORA tersebut.

R. Sinaga yang merupakan perangkat desa Sipangan Bolon mengatakan, “Memang sudah kita kirimkan undangan untuk masyarakat Sipangan Bolon akan dilangsungkan hari Senin, supaya kita mengetahui siapa masyarakat Sipangan Bolon yang dibawa-bawa oleh si Bkr itu, disini tidak ada masalah apa-apa, jangan ada orang luar buat keributan di Sipangan Bolon,” ucapnya.

Sementara P. Sinaga, Pria asli warga Nagori Sipangan Bolon menegaskan apa yang dibahas oknum yang mengaku wartawan tidak beralasan. Awalnya Bkr bertanya soal TORA yang ada di Sitahoan, Sipangan Bolon.

Tanpa memiliki data akurat, ia kemudian membahas Enclave kepada pangulu mengenai pengurusannya di tingkat pusat (Menteri Kehutanan), “Bukan domain Pangulu seperti yang diucapkannya, tapi itu kan rananya Kementerian Kehutanan,” pungkasnya.

Ditambahkannya “Untuk TORA, sesuai peruntukannya sebagai perluasan lahan pertanian, berarti masyarakat petani, bukan perorangan dan seorang saja dan yang mendapatkan lahan juga masyarakat sesuai dimana letak TORA nya, yaitu Sipangan Bolon, identitasnya juga harus jelas dan satu hal lagi, itu masih pengurusan dan belum tentu permintaan lahan nanti, akan langsung diberikan,” terang Pardosi. (TA)

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :