Sony World Photography Awards 2020, Inilah Pemenang National Award dari Indonesia

99

Jakarta, Lensawarga.com – Sony Indonesia dan Organisasi Fotografi Dunia dengan bangga mengumumkan Gunawan Santoso sebagai salah satu pemenang National Award dari Indonesia dalam ajang Sony World Photography Awards 2020 yang juga diikuti oleh beberapa pemenang dari negara lain, Kamis (19/3/2020).

Selain itu, Sony Indonesia dan Organisasi Fotografi Dunia juga merilis daftar pendek fotografer dalam Student Competition serta informasi terbaru mengenai proyek fotografi dari penerima Sony Student Grant 2019. Seluruh karya dari pemenang National Award, daftar pendek Student dan Youth, serta penerima penghargaan lainnya akan ditampilkan sebagai bagian dari pameran Sony World Photography Awards 2020 di Somerset House, London pada bulan April mendatang.

PENGHARGAAN SONY WORLD PHOTOGRAPHY 2020: NATIONAL AWARDS COMPETITION

Gunawan Santoso dipilih secara anonim oleh para juri untuk karya foto berjudul ‘Masjid Al Jabar’ yang masuk ke dalam kategori arsitektur di kompetisi terbuka. Gambar tersebut memperlihatkan arsitektur sisi depan sebuah masjid yang memiliki konstruksi unik. Struktur dari gambar yang ditangkap Gunawan didominasi oleh baja dan kaca lukis yang jarang ditemukan dalam konstruksi masjid. Foto tersebut diambil di kota Bandung, Indonesia pada 14/01/2019 silam.

Foto: ‘Masjid Al Jabar’, Gunawan Santoso, Indonesia.

Program National Awards merupakan sebuah inisiatif yang dibentuk oleh Organisasi Fotografi Dunia dan Sony untuk mendukung komunitas fotografi lokal di 63 negara dari seluruh dunia. Program ini memberikan penghargaan kepada satu fotografer dan runners up dari masing-masing negara atas karya independen miliknya dan memberikan kesempatan untuk menampilkan karya mereka kepada audiens global di pameran bergengsi Sony World Photography Awards 2020 di Somerset House, London dari 17 April – 4 Mei.

Loading...

Gunawan Santoso berbicara tentang kesuksesannya sebagai pemenang National Award dari Indonesia, “Kemenangan ini merupakan kebanggaan bagi saya dan meningkatkan kepercayaan diri. Semoga semua ini dapat menjadi motivasi saya untuk menghasilkan karya-karya kedepannya. Sebagai seorang dosen, pengalaman mengikuti Sony World Photography Award ini juga akan saya bagikan kepada mahasiswa saya untuk memotivasi dan memperluas perspektif dalam fotografi.”

Ada lebih dari 345.000 foto dari berbagai negara yang turut serta dalam ajang kompetisi Sony World Photography Awards 2020 dan lebih dari 190.000 telah mengikuti kompetisi terbuka (di mana pemenang National Awards dipilih) – angka ini merupakan jumlah peserta tertinggi hingga saat ini.

SONY WORLD PHOTOGRAPHY AWARD 2020: DAFTAR PENDEK STUDENT & YOUTH COMPETITION

DAFTAR PENDEK YOUTH COMPETITION

Tahun ini, Organisasi Fotografi Dunia memperkenalkan format baru kompetisi Youth 2020 yang bertujuan untuk membuka kesempatan kepada fotografer muda dan terjadi kenaikan peserta hingga lebih dari 50%. Berlangsung dari Juni hingga Desember 2019, peserta diminta untuk mengirimkan hingga 3 foto yang berkaitan dengan tema tertentu setiap bulan. Tema yang ada meliputi Landscape, Travel, Portraiture dan Street Photography. Pemenang kategori baru diumumkan setiap bulannya dan ditambahkan ke dalam daftar pendek untuk penghargaan Youth Photographer of the Year 2020.

Dita Suci Putri Rahmawati terpilih secara anonim oleh para juri untuk foto ‘A Spotlight on Waste’ yang masuk dalam kategori lingkungan di kompetisi terbuka. Melalui fotonya yang diambil pada tanggal 3 Juli 2019 lalu, Dita Suci Putri Rahmawati berusaha untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi kehidupan yang tercemar dan berbahaya di TPST Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Indonesia.

Foto: ‘A Spotlight on Waste’, Dita Suci Putri Rahmawati, Indonesia.

Dita Suci Putri Rahmawati mengatakan, “Menjadi pemenang dari Youth Competition bulan ini tentu akan sangat berpengaruh ke seluruh aspek kehidupan saya secara pribadi. Saya juga sangat senang bahwa gambar yang saya abadikan diapresiasi dan mampu dinikmati oleh banyak orang di dunia. Berita baik ini memacu semangat saya untuk terus menghasilkan karya fotografi yang lebih baik.”

Tahun ini, Youth Photographer diketuai oleh Gisela Kayser selaku Managing Director dan Artistic Director, Freundeskreis Willy-Brandt-Haus e.V., Berlin. Bersamaaan dengan paparan image-makers terkemuka di dunia, para pemenang akan menerima serangkaian peralatan Digital Imaging dari Sony untuk mengembangkan visi mereka.

DAFTAR PENDEK STUDENT COMPETITION

Daftar pendek ini menampilkan karya 10 pelajar dari lembaga pendidikan terkemuka di berbagai negara. Para pelajar ditantang untuk mengirimkan lima hingga sepuluh foto sebagai tanggapan dari dua brief yang berbeda. Kesepuluh fotografer ini sebelumnya telah memenangkan peralatan digital imaging dari Sony untuk membantu menyelesaikan proyek mereka sebagai bagian dari Student Photographer of the Year dengan hadiah berupa peralatan fotografi Sony senilai €30,000 untuk lembaga mereka.

Brief pertama adalah ‘Invisible Lines’ di mana para pelajar diminta untuk terlibat dengan cerita orang-orang yang berusaha untuk memecahkan hambatan dan struktur yang tidak terlihat baik natural, sosial, maupun intelektual. Reyad Abedin (Bangladesh, Counter Foto – Pusat Seni Visual), The Name of My City is Dust and Smoke and Life menampilkan gambar kota asalnya, Dhaka, dimana perkembangan infrastruktur yang cepat dan batas-batas yang terkikis antara alam dan konstruksi buatan manusia telah berdampak buruk untuk keseimbangan ekologis pada lingkungan di dalam dan sekitar kota. Untuk proyek The Truth is in The Soil, Ioanna Sakellaraki (Greece, Royal College of Art) tinggal bersama komunitas tradisional pelayat perempuan profesional atau moiorologists yang ada di semenanjung Mani di Yunani. Menanggapi kesedihan dan kehilangan pribadi, foto dari Sakellaraki menggambarkan siluet para wanita yang sedang berkabung diproyeksikan dengan latar belakang abstrak yang menjelaskan hubungan dan penerimaan kita terhadap kematian.

Brief kedua, Sustainability Now, menugaskan para pelajar untuk membuat karya yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan. Beberapa karya yang menjadi sorotan adalah Guardians oleh Fangbin Chen (China Mainland, Universitas Teknologi Qilu), mengabadikan upaya para komunitas fotografer lokal untuk mencegah penyebaran virus corona. Merujuk pada interaksi dari binatang-binatang liar sebagai dugaan sumber epidemi, foto Chen mendesak masyarakat untuk meninjau kembali hubungan mereka dengan alam. In Roots of Cause, Arantza Sánchez Reyes (Mexico, LCI Monterrey) merefleksikan upaya individu yang hidup di Monterrey, Meksiko, yang dikenal sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi di wilayah Amerika Latin untuk mencapai keseimbangan baru dengan alam melalui implementasi gaya hidup berkelanjutan.

Daftar pendek pelajar tahun ini dinilai oleh Tim Clark sebagai kurator, penulis, dan Editor in Chief dari 1000 Words.

SONY STUDENT GRANT 2019

Dikurasi dari daftar pendek pelajar dalam ajang Sony World Photography Awards 2019, Joel Davies (UK), Sam Delaware (USA) and Tobias Kobborg Kristensen (Denmark) terpilih sebagai penerima Sony Student Grant. Masing-masing fotografer berhak mendapatkan hadiah sebesar $3,500 (USD) dan diminta untuk menggunakan kamera Sony mereka untuk menghasilkan sebuah proyek sebagai tanggapan dari brief Changing Cities, sebuah eksplorasi dari inisiasi penghijauan di berbagai kota.

Hasil dari proyek tersebut akan ditampilkan pada Sony World Photography Awards 2020, diantaranya:

● We Reap What We Sow oleh Joel Davis yang menggambarkan sebuah karya dari Freightliners Farm, sebuah badan amal yang beroperasi di wilayah Islington, London – distrik terpadat di Inggris. Foto Davies mendokumentasikan para sukarelawan dan pengunjung di mana pertanian berperan sebagai ruang hijau dan fasilitas bersama.

● Cellular Culture oleh Sam Delaware menampilkan penelitian inovatif yang dilakukan oleh JUST Inc., sebuah perusahaan manufaktur makanan berbasis di San Fransisco yang ingin beralih ke daging yang dikembangkan di laboratorium untuk mengurangi dampak masyarakat terhadap sumber daya alam. Green Copenhagen oleh Tobias Kobborg Kristensen menampilkan upaya dan inisiatif dari para pejabat dan penduduk kota untuk mencapai tujuan mereka menjadi ibukota bebas karbon pertama di tahun 2025.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :