Soal Tuduhan Menteri Pencetak Utang, Begini Jawaban Menohok Sri Mulyani

96

Jakarta, Lensawarga.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku bendahara negara membahas soal kritikan terkait utang pemerintah yang kerap dijadikan serangan belakangan ini kepadanya. Dimana banyak tudingan dan kritikan yang menyebut dirinya sebagai menteri pencetak utang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dok. Istimewa)

Kritikan datang mulai dari Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, dan yang terakhir capres nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan julukan “Menteri Pencetak Utang” untuknya.

Baca Juga : Begini Respon Sri Mulyani soal Dialog Utang Indonesia dengan Zulkifli Hasan

Prabowo mengucapkannya dalam acara Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia untuk Pemenangan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, pada 26 Januari 2019.

Pekan lalu Prabowo mengkritik keras pemerintah soal utang. Menurut Prabowo, utang pemerintah saat ini terus menumpuk. Bahkan, Prabowo mengatakan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan, melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang.

Loading...

“Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain,” ujar Prabowo dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019) lalu.

Baca Juga : Debat Sri Mulyani VS Zulkifli Hasan Masih Memanas

Sri Mulyani sendiri hanya melempar senyum berulang kali atas pernyataan Prabowo tersebut. Tapi kemarin, Perempuan yang akrab disapa Ani ini akhirnya buka suara soal tanggapan tersebut dan membalasnya melalui puisi yang dia unggah di media sosial instagram @smindrawati, Jumat (1/2/2019).

Puisi tersebut dia beri judul “Kala Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang”.

Lewat puisi, Sri Mulyani menjawab pernyataan Prabowo tentang Menteri Pencetak Utang dengan cukup menohok.

Berikut Puisi lengkap Sri Mulyani soal pernyataan Prabowo Subianto:

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,
Kami menyelesaikan
Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan Untuk rakyat, untuk kesejahteraan
Kami menyelesaikan
Puluhan embung dan air bersih,
bagi jutaan saudara kita yang kekeringan
Puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,
Kami bekerja menyediakan subsidi
Jutaan sambungan listrik untuk rakyat untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok
Kami terus bekerja
Meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin
Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin
Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,
Kami bekerja siang malam
Menyediakan jaminan, agar 96,8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.
Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
Kami tak pernah berhenti, agar
472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan
20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.
Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,
170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani
Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah
Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket
Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah
Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar
74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan. 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik
Triliunan rupiah tersedia
membantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu
Agar engkau TIDAK LUPA
Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA
Aku tak ingin engkau lupa itu.
sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :