Sidang Sengketa Pilpres Selesai, I Kadek Agus Mulyawan: Secara Materiil Tidak Ada yang Diperdebatkan

6864

Bali, Lensawarga.com – Mahkamah Konstitusi (MK) telah selesai melakukan pemeriksaan terkait perkara sengketa Pilpres 2019. Sidang pemeriksaan gugatan sengketa hasil Pilpres yang diajukan pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, digelar sebanyak 5 kali sejak 14 Juni 2019 hingga Jumat (21/6/2019) kemarin.

I Kadek Agus Mulyawan

Dengan berakhirnya Sidang Sengketa Pilpres tersebut mendapat beragam pendapat, baik dari beberapa politisi dan kaum intelektual khususnya yang mendalami ilmu hukum, tentunya mereka memiliki beragam pendapat.

Baca Juga : DPD PKS Simalungun Gelar Acara Halal Bihalal Bersama Wakil Bupati Simalungun

Salah satu pengacara asal Bali, I Kadek Agus Mulyawan, SH MH yang juga Alummi Diklat Mahkamah Konstitusi memberikan tanggapan seputar sidang sengketa pilpres yang digelar oleh Mahkamah Konstitusi.

“Menurut kaca mata saya secara global setelah menyaksikan jalannya semua acara persidangan sengketa Pilres ini, sepertinya secara materiil tidak ada yang perlu diperdebatkan jika mengacu atas dalil-dalil gugatan yang diajukan pemohon dan petitum yang merupakan permintaan yang dimintakan untuk diputus hakim,” kata Agus kepada Lensawarga.com, Senin (24/6/2019) .

Loading...

Menurut Advokat Kantor Hukum AgusM and Associates ini, jika dikaitkan dengan hakim konstitusi yang menerapkan sistem speedy trial (Hak atas persidangan yang cepat) yang mana merupakan kewenangan MK oleh undang-undang untuk mengadili sidang dengan waktu yang terbatas.

Agus juga menjelaskan kenapa tidak ada yang perlu diperdebatkan sebab hal tersebut diakibatkan karena beban pembuktian konvensionil yang bersifat khusus oleh pemohon tidak maksimal.

“Pembuktian dalam arti yuridis dalam persidangan yang tidak lain adalah untuk memberikan dasar-dasar yang cukup kepada hakim yang memeriksa perkara yang bersangkutan guna memberikan kepastian tentang kebenaran peristiwa yang diajukan dan dapat disimpulkan,” ujar Agus.

“Hal itu sepertinya belum kelihatan sehingga dengan sistem speedy trial (peradilan cepat) yang diterapkan akan dikejar oleh waktu dan pada akhirnya secara materiil dugaan pelanggaran sesuai dalil-dalil gugatan tidak kelihatan dengan demikian tidak ada yang perlu diperdebatkan untuk dapat mempengaruhi selisih perolehan suara yang sudah resmi ditetapkan KPU,” tambahnya.

Pengacara asal Bali ini juga berharap bahwa berkenaan dengan apapun keputusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat final dan mengikat nantinya, agar kedua Paslon dan semua lapisan masyarakat dapat menerima apapun keputusannya.

Baca Juga : Fakta Baru soal Pengunci Pabrik Mancis di Binjai Saat Kebakaran

“Siapapun yang menang nanti, mari kita terus berupaya agar Indonesia menjadi lebih baik dengan kembali membangun bangsa secara bergandengan tangan menuju Indonesia maju,” tandasnya.

Tonton Juga, Detik-detik Hakim MK Ancam Usir Bambang Widjojanto dari Ruang Sidang :

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :