Sidang Pemeriksaan Objek Tanah di Medan Ricuh - Lensa Warga
News

Sidang Pemeriksaan Objek Tanah di Medan Ricuh

Medan, Lensawarga.com – Sidang lapangan pemeriksaan objek tanah perkara No.405/Pdt.G/PN.Medan antara Penggugat Hanifa Batubara, dengan Tergugat l Lisna, Tergugat ll Mahdewi dan Tergugat lll Yusri Asri, Jumat (21/12/2018) Lingkungan 16, Kelurahan Besar Martubung berlangsung ricuh. Pasalnya kuasa hukum Tergugat sejak tiba di objek tanah sengketa tanah sudah melakukan aksi protes seolah-olah keberatan kalau objek tanah yang disengketakan diperiksa oleh Majelis Hakim PN Medan yang hadir saat itu.

Lokasi Tanah Sengketa

Sidang pemeriksaan setempat yang dipimpin Ketua Majelis Hakim. Dihadiri Penggugat Hanifa Batubara dan Kuasa Hukumnya Edi Sarmanto SH. Sementara pihak Tergugat dihadiri, Tergugat l Lisna dan Kuasa Hukumnya Agustina SH. Tergugat ll Mahdewi dan Tergugat lll Yusri Asri.

Baca Juga : Sidang Korupsi IPA Martubung, Dua Mantan Direksi PDAM Tirtanadi Akui Hanya Tandatangan Saja

Menurut Kuasa Hukum Hanifa, Edi Sarmanto mengatakan, sebenarnya Mahdewi dan Yusri Asri adalah anak kandung Hanifa Batubara dari perkawinannya dengan Alm. Suhaili Asral alias Buyung Asral. Sedangkan Lisna adalah pendatang yang juga mengaku istri Suhaili Asral.

Lanjut Edi, Semasa hidupnya Suhaili Asral dan Hanifah Batubara mempunyai harta berupa sebidang tanah yang dibeli sejak menikah hinggah tahun 1979. Sedangkan Lisna mengaku istri Suhaili pada tahun 1981, dengan memperlihatkan duplikat kutipan Akta Nikah yang diduga palsu, karena tidak terdaftar dibuku besar akta nikah KUA Labuhan Deli seperti yang tertera pada duplikat tersebut.

“Entah bagaimana caranya surat-surat tanah milik Alm Suhaili Asral bisa dikuasai Lisna dan anak-anaknya, bahkan rekening Bank Almarhum juga bisa dikuras Lisna tanpa sepengetahuan Hanifa. Itulah yang nenyebabkan Hanifa menggugat Lisna dan anak-anaknya,” terang Edi.

Saat pemeriksaan yang pertama adalah objek tanah di Lingkungkan 16 Kelurahan Besar Martubung yang sudah sempat dijual Tergugat l, ll dan lll kepada Primkopol Polres Pelabuhan Belawan.

Namun diatas tanah tersebut masih berdiri kokoh plank yang tertulis tanah ini milik Lisna. Saat pemeriksaan tempat berlangsung Kuasa Hukum Tergugat Lisna sempat protes bahkan mengeluarkan kata-kata yang diluar dugaan.

“Ada Cina dibelakang penggugat dan mobil yang dipakai adalah mobil Cina,” ucap Kuasa Hukum Tergugat.

Meski demikian Penggugat dam Kuasa Hukumnya mengabaikan kata-kata tersebut.

Baca Juga : Perum Perumnas Cabang Sumut Serahkan Sertifikat Hak Milik ke Hj. Siti Rohani Aruan

“Sementara menurut informasi yang diperoleh di lapangan, justru Tergugat yang telah mengambil tanah pihak lain yang disebutnya cina bahkan termasuk didalam objek tanah yang jadi sengketa,” cetus Edi.

Bagikan :

Tentang Penulis

Frengki Hutahaean

Tinggalkan Komentar