Sidang Gereja IRC Yang Diduga Aliran Sesat Digelar di Pengadilan Negeri Medan

Medan, Lensawarga.com – Ketua Majelis Hakim Suryana, SH pimpin persidangan terkait kasus Gereja IRC (Indonesia Revival Church) yang diduga sebagai aliran sesat, Senin (24/09/2018) sekitar Pukul 11.00 WIB.

Sidang Gereja IRC di Pengadilan Negeri Medan

Adapun Persidangan tersebut menghadirkan saksi dari Gereja IRC Natanil Ginting, yang berlangsung selama 1 Jam itu diikuti dan disaksikan penggugat dan tergugat serta para teman sejawat.

Baca Juga : Dituding Sesat, Mahasiswa GMKI Medan Demo Gereja IRC

Terlepas dari persidangan, Mantan jemaat Gereja IRC, yang menuding telah mengajarkan aliran sesat, mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses laporan mereka.

Dalam laporan tersebut, para jemaat melaporkan Pendeta (Pdt) Asaf T Marpaung, yang tertuang dalam Nomor LP/773/IV/2018 POLRESTABES MEDAN, tertanggal 19 April 2018 lalu.

Loading...

Melalui pengacaranya, Feri Agus Sianipar mengatakan, bahwa laporan penistaan ini merupakan ranah umum yang harus segera ditindaklanjuti. Sebab katanya, dia tidak ingin para jemaat kembali menjadi korban atas ajaran yang dilakukan.

“Seperti yang dilaporkan jemaat, penistaan ini yang kita utamakan, karena penistaan ini merupakan ranahnya umum, bukan antara pelapor dan terlapor,” katanya kepada wartawan, saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (24/09/2018).

Saat ini lanjutnya, kepolisian masih melakukan pemanggilan terhadap para saksi yang berkaitan dengan perizinan, Kementerian Agama Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kota Medan dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI).

“Informasi yang kita dengar bahwa, kepolisian meminta kesaksian dari PGI terkait dengan dogma. Apakah dogma itu sesuai dengan ajaran Kristen yang diakui Indonesia atau tidak,” katanya.

Untuk itu katanya, Feri mendesak kepada Polrestabes Medan, untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut, agar tidak berlarut-larut.

“Jelas kita sangat mendesak, harus dituntaskan ini. Jangan dibiarkan berlarut-larut, karna akan semakin banyak korban nanti. Coba anda bayangkan, seseorang dinyatakan bahwa dia adalah Bapa. Itu bertentangan, kitab suci mana yang dipakai. Kalau orang Kristen kitab sucinya jelas Alkitab, trinitas, Allah, Bapa dan roh kudus, itu rujukannya,” jelasnya.

Baca Juga : Dugaan Ajaran Sesat, Puluhan Jemaat Gereja IRC Desak Pendeta Asaf Tunggul Bertobat

Dalam hal ini, katanya lagi, PGI selaku induk dari pada gereja, diminta untuk terlibat menyelesaikan masalah ini.

“PGI harus terlibat, punya peran serta. Jangan sampai dipermalukan dalam institusi yang bergerak di bidang keagamaan,” pungkasnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :