Rumah Ketua dan Wakil Ketua KPK Diteror Bom, Febri Diansyah: Kami Serahkan Sepenuhnya ke Polri

44

Jakarta, Lensawarga.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan sepenuhnya urusan teror pada kedua pimpinannya yakni Ketua dan Wakil Ketua KPK kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Ketua KPK Agus Rahardjo

Diketahui, bahwa teror bom terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat dan rumah Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan. Kedua peristiwa tersebut terjadi, Rabu (9/1/2019) pada waktu yang berbeda.

Baca Juga : 4 Ruang Disegel KPK, Pegawai Kemenpora Kerja di Ruangan Lain

Berdasarkan laporan yang beredar, teror di rumah Laode berbentuk bom molotov. Botol itu ditemukan oleh sopir Laode, Bambang, pada Pukul 05.30 WIB.

Di rumah Agus, petugas keamanan rumah menemukan benda diduga bom tergeletak di depan rumah. Saat kejadian, Agus sedang tidak ada di rumah. Menurut dia bentuk teror itu berupa paralon yang dibungkus menyerupai bom.

Loading...

Berdasarkan kejadian tersebut, kini KPK juga siap berkoordinasi terkait pengusutan pelaku teror.

“Terkait dengan peristiwanya dan pencarian informasi siapa pelaku dan kronologis lainnya, KPK mempercayakan hal tersebut pada proses di Polri. Nanti tentu Polri juga akan menjelaskan pada publik perkembangan yang bisa disampaikan. Tim dari KPK juga sudah berkoordinasi di lokasi sejak pagi bersama Polri,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (9/1/2019).

Menurut Febri, seharian ini ada sejumlah kegiatan pimpinan yang tetap dilakukan seperti biasa. Teror yang terjadi pada kedua pimpinan, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif, disebut Febri tidak mengganggu kegiatan itu.

“Beberapa kegiatan yang dilakukan pimpinan dari pagi seperti menjadi narasumber di Kemendikbud tentang Pelaksanaan Anggaran Pemerintah yang bebas dari KKN, menerima audiensi dari Kedutaan Norwegia, rapat hasil kajian dengan Kementerian Kesehatan tentang alkes,” ujar Febri.

Febri juga menyebut, bahwa Kegiatan KPK berjalan seperti biasa. Namun tidak dipungkiri bila KPK harus berkoordinasi dengan Polri terkait peristiwa teror itu.

“Dan juga terima kasih pada tim Polri karena respons yang cepat dalam penanganan ini. Kita semua tentu menunggu bagaimana perkembangan penanganannya,” sebut Febri.

Sebelumnya, kediaman Agus Rahardjo diteror dengan ditemukannya tas berisi benda mirip bom pipa. Sedangkan di rumah Laode M Syarif dilempar 2 bom molotov oleh orang tak dikenal.

Baca Juga : Bupati Pakpak Bharat Resmi Pakai Rompi Oranye Saat Keluar dari Gedung KPK

Kejadian itu menyebabkan dinding bagian depan rumah Syarif berjelaga atau berbekas hitam akibat asap. Polisi membentuk tim gabungan untuk menyelidiki teror bom di rumah kedua pimpinan KPK.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :