Ratusan Guru Honor dan PTT Minta Tim Saber Pungli Pantau Dinas Pendidikan Simalungun

Simalungun, Lensawarga.com – Ratusan guru honor dan PTT (Pegawai Tidak Tetap) melakukan aksi unjuk rasa dikantor DPRD Simalungun, Senin (03/09/2018) sekitar jam 11.00 WIB.

Ratusan Guru dan PTT yang tergabung dalam Forum Guru Honor Simalungun (FGHS) Saat Melakukan Aksi Unjuk Rasa, Senin (03/09/2018)

Dari informasi yang dihimpun wartawan Lensawarga.com di lapangan. Kehadiran mereka untuk menyampaikan aspirasi kepada DPRD terkait adanya kebijakan pemerintah kabupaten Simalungun yang melakukan pemotongan gaji dari yang awalnya 2 juta per bulan menjadi 1 juta per bulan.

Baca Juga : Dorong Kemajuan SAKIP, Menteri PANRB Apresiasi Gubernur Jatim

Loading...

Hal ini diketahui para guru honor setelah adanya kebijakan Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Simalungun yakni Resman Saragih yang mengeluarkan surat edaran tanggal 29 Juni 2018.

Diketahui, dalam surat itu berisikan informasi, yang dengan segaja menurunkan gaji tanpa ada tertulis didalam surat keputusan, padahal sudah jelas DPRD menyetujui anggaran untuk gaji pegawai honor sebesar Rp 2 juta perbulanya untuk anggaran satu tahun, yakni anggaran masa tahun 1 Januari- 31 Desember.

Para Guru dan PTT yang tergabung dalam Forum Guru Honor Simalungun (FGHS) juga menolak Surat Edaran tersebut karena merupakan “Maladministrasi” yang mana menurunkan gaji tanpa ada tertulis dalam surat Keputusan.

“Kami, menolak Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan tertanggal 29 Juni 2018, karena tidak sesuai dengan UU No.17 Pasal IV tahun 2003 tentang Pengelolaan Keuangan Negara,” ujar Koordinator Aksi Benni Purba dalam orasinya.

Baca Juga : Asian Games 2018 Usai, Ganjil-Genap Masih Berlaku

Dalam pernyataan sikapnya FGHS mengutuk keras, terhadap oknum yang telah menzolimi Guru-guru dan PTT Kabupaten Simalungun dan juga meminta agar segera diterbitkan SK Guru Honor tahun 2018 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Simalungun.

Ratusan Guru dan PTT Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Simalungun, Senin (03/09/2018)

Bahkan mereka juga meminta agar Tim Saber Pungli turun langsung, untuk menyelidiki adanya dugaan pungli yang marak terjadi terhadap guru-guru honor di Simalungun.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :