Puskesmas Kesatria Pematangsiantar Tolak dan Usir Pasien Saat Hendak Berobat

3544

Siantar,  Lensawarga.com – Pelayanan kesehatan di Indonesia rupanya masih belum maksimal dari tahun ke tahun. Banyak kasus-kasus memprihatinkan terdengar dari berbagai daerah. Mulai dari pasien yang ditolak oleh Puskesmas atau rumah sakit tertentu.

Puskesmas Kesatria Pematangsiantar

Kejadian tersebut kembali terulang lagi, kabar tak sedap tersebut datang dari Puskemas Kesatria Pematangsiantar, Jl. Pdt. Justin Sihombing, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur. Seorang pasien bernama AD yang hendak berobat diusir dan ditolak berobat dari Puskesmas tersebut.

Baca Juga : Danmenarmed 1/PY/2 Kostrad Menghadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-91

Kepada wartawan, AD menjelaskan awal mula penolakan dirinya ketika mau berobat ke Puskesmas Kesatria Pematangsiantar.

“Awalnya saya dan keluarga mendatangi Puskesmas Kesatria untuk berobat, namun ketika sampai di Puskesmas, kami disambut oleh salah satu pegawai puskesmas yang bernama Rimbun Tindaon dan menyakan ada atau tidaknya kartu BPJS kami,” ujar AD kepada Lensawarga.com, Selasa (29/10/2019).

Loading...

Kemudian AD pun menjawab dengan mengatakan, bahwa dirinya telah memiliki Kartu BPJS namun sudah tidak aktif lagi dan kartunya juga tidak dibawa.

“Karena kami tidak dapat menunjukkan kartu BPJS, pegawai kembali meminta KTP (Kartu Tanda Penduduk) untuk di cek, setelah di cek si pegawai bilang, ‘kami tidak bisa melayani orang bapak karena kartu BPJS-nya menunggak’, saya pun dapat memaklumi pernyataan tersebut,” kata AD.

Meski demikian, karena memang kondisinya yang sedang sakit, AD pun lantas meminta untuk dilayani sebagai pasien umum saja dan AD mengaku bersedia untuk membayar biayanya.

Namun, lagi-lagi pegawai itu mengatakan tidak bisa dan menyuruh agar AD pulang saja dan membayar terlebih dahulu premi BPJS-nya.

Mendengar pernyataan pegawai tersebut, AD pun lantas menanyakan terkait aturan yang tidak bisa melayani pasien umum yang datang berobat karena tidak menggunakan BPJS.

“Si Pegawai puskesmas tersebut lantas mengatakan ‘aturanya dari Puskesmas dan dari saya’, gitulah dibilang pegawai itu bang,” ujar AD menirukan pernyataan Pegawai tersebut.

Sempat terjadi perdebatan di Puskesmas, AD pun akhirnya pulang karena tidak diperbolehkan berobat di Puskesmas tersebut.

Menurut AD, tentu saja hal ini sangat tidak dibenarkan dalam pelayanan kesehatan, mengingat kondisi pasien yang sangat membutuhkan perawatan medis.

Baca Juga : Puskesmas Kesatria Pematangsiantar Tolak dan Usir Pasien Saat Hendak Berobat

“Seseorang dalam kondisi sakit, harusnya diberikan pelayanan medis terlebih dahulu, bukannya malah diusir dan disuruh pulang,” ujar AD.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :