Propam Turun Tangan Selidiki Kasus Mahasiswa yang Jadi Korban Peluru Nyasar Polisi

6

Jakarta, Lensawarga.com – Seorang Mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) Rahmad Heriyanto menjadi korban peluru nyasar oknum Polisi Brigadir Pastiko Jayadi.

Foto: Ilustrasi Peluru Nyasar

Rahmad pun langsung tergeletak usai Timah panas meluncur dan mengenai bagian tubuhnya. Kasus ini sedang diusut Propam.

Baca Juga : Intip Perawatan Sapi Kurban Seberat 1,4 Ton Milik Presiden Jokowi

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat dua polisi berjanji bertemu di pelataran kampus UBL Bandar Lampung, Sabtu (10/8) pagi. Keduanya adalah Bripka Duansyah dan Brigpol Patiko Jayadi, yang merupakan polisi dari Polres Lampung Selatan.

“Keduanya saat itu janjian di halaman parkir kampus UBL Bandar Lampung sekitar pukul 09.30 WIB. Keduanya bertemu di dalam mobil terkait penyerahan senjata api. Saat Brigadir Patiko hendak mencoba, senjata api tersebut meletus,” ujar Kombes Pandra.

Loading...

“Brigpol Patiko ini mengokang senjata ingin memastikan apakah senjata ini macet atau tidak,” sambungnya.

Namun, lanjut Pandra, saat pistol dikokang, keluarlah satu peluru dari senjata api tersebut dan meletus hingga menembus kaca mobil. Alhasil seorang mahasiswa terkena peluru nyasar tersebut. Korban bernama Rahmad Heriyanto saat itu sedang makan di kantin.

“Peluru menembus ke bagian perut belakang,” kata Kombes Pandra.

Korban pun tergeletak dan lansung dilarikan ke RS Urip Sumoharjo. Hingga saat ini korban yang juga pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung ini masih menjalani perawatan intensif. Lukanya cukup serius karena tertembak dari jarak sekitar 30 meter.

Usai mendapatkan laporan adanya kasus tersebut, Propam Polda Lampung pun turun tangan melakukan penyelidikan.

Brigadir Pastiko dan Danuansyah diperiksa. Propam saat ini juga tengah mendalami asal-usul senjata api FN yang meletus dalam insiden itu. Senjata api yang diduga rakitan itu meletus saat hendak diserahkan oleh Pastiko kepada Duansyah.

Meski demikian, lanjut Pandra, Brigadir Pastiko dipastikan kena sanksi akibat kelalaiannya itu. Sanksi yang akan diberikan kepada Pastiko diputuskan oleh Propam.

“Ya pasti ada sanksi disiplin nanti apa kelalaiannya gitu. Nanti ada sanksi disiplin,” kata Kombes Pandra.

Baca Juga : Ketua Kadin Indonesia Ajak Milenial Jangan Takut Garap Bisnis Online

“Nanti perlu pemeriksaan lebih lanjut, nanti kita tunggu hasil investigasi Propam,” imbuhnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :