Prabowo Subianto akan Usung ‘Generasi Emas’ untuk Gantikan ‘Revolusi Putih’

26

Jakarta, Lensawarga.com – Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto kembali mengusung gerakan menyalurkan dan memfasilitasi minum susu dan asupan protein lain dalam kampanyenya. Program yang dinamakan ‘Generasi Emas’ itu untuk menggantikan ‘Revolusi Putih’ yang digaungkan Prabowo sejak Pilpres 2009.

Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto/detikcom

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzhar Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/10/2018) menyatakan, bahwa program yang telah dibuat sebelumnya dan akan digantikan dengan program yang baru memiliki makna masing-masing.

Baca Juga : Datangi Polda Metro Jaya, Farhat Tanya Perkembangan Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

“‘Revolusi Putih’ yakni program menyalurkan dan memfasilitasi anak keluarga miskin minum susu dan asupan protein yang lain, yang saat ini sudah didesain menjadi program pemerintahan pak Prabowo-Sandi nanti dengan nama yang berbeda yakni ‘Generasi Emas’ atau Generasi Emak-emak dan Anak Minum Susu,” ujar Dahnil Anzhar.

Prabowo disebut sudah memulai gerakan ini di rumahnya di Bukit Hambalang, Kampung Gombong, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang juga terdapat lokasi peternakan kambing. Prabowo tak hanya memberikan susu kambing gratis, tapi juga biaya pendidikan.

Loading...

“Generasi Emas merupakan program yang dihadirkan sebagai wujud dari semangat pasal 34 UUD 1945 yang menjadi dasar ideologi ekonomi capres nomor urut 02 itu. Prabowo,” kata Dahnil.

Dengan ruh dalam pasal yang mengatur tentang negara hadir untuk merawat dan menjaga fakir miskin dan anak-anak terlantar itu hilang.

“Itulah mengapa Pak Prabowo sejak 10 tahun lalu memberikan kepedulian terhadap masalah stunting growth, pertumbuhan anak yang melambat dan kerdil, karena kekurangan protein dan gizi lainnya, lebih kurang dari 35 persen anak Indonesia dihadapkan dengan masalah pertumbuhan yang bermasalah karena kekurangan gizi tersebut,” tuturnya.

“Apa sebabnya, karena miskin. Dan ini berbahaya untuk masa depan Indonesia, jadi kita bisa kehilangan insentif bonus demografi bila masalah ini dibiarkan,” sambung Dahnil.

Selain akan mengusung ‘Generasi Emas’, Prabowo-Sandi, kata Dahnil, juga akan terus menggaungkan Indonesia untuk kembali berkiblat pada Pasal 33 UUD 1945. Sebab, pasal itu kini tak lagi menjadi ‘ruh ekonomi’ Indonesia.

Dahnil mencontohkan sumber-sumber ekonomi strategis yang kini banyak dikuasai asing. Sehingga, hal itu menyebabkan Indonesia tak lagi berdaulat sebagai bangsa.

“Kepemimpinan kita saat ini pelit bicara kedaulatan ekonomi, apalagi mengimplementasikannya. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kita harusnya mampu menjadi pertahanan ekonomi Indonesia mendorong akselerasi pembangunan tanpa mengganggu sektor swasta, namun sayangnya BUMN selama ini menjadi ‘sapi perahan’ kepentingan kelompok politik tertentu, sehingga tidak maksimal menjadi pertahanan ekonomi domestik kita,” paparnya.

Baca Juga : Teken PP No 43 Tahun 2018 Pelapor Korupsi Dapat Rp 200 Juta, Ini Keinginan Presiden Jokowi

“Itulah mengapa Pak Prabowo selalu memberikan perhatian bagaimana Ekonomi kita bisa kembali kepada kiblat ekonomi konstitusional indonesia yakni berkiblat pada ruh pasal 33 UU 1945,” sambung Dahnil.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :