Polda Sumut Berhasil Ungkap Sindikat Narkoba Internasional - Lensa Warga
News

Polda Sumut Berhasil Ungkap Sindikat Narkoba Internasional

Medan, Lensawarga.com – Direktorat Reserse Narkoba (Direkresnarkoba) Polda Sumut berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba Internasional, kali ini jaringan yang berhasil yakni Indonesia dan Malaysia. Hal tersebut disampaikan oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto saat melakukan paparan penangkapan jaringan narkoba di halaman Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut, Jumat (19/10/2018).

Polda Sumut Berhasil Ungkap Sindikat Narkoba Internasional

Dalam penangkapan tersebut, pihak Polda Sumut berhasil mengamankan 9 pelaku dan barang bukti 41,5 kg narkotika jenis sabu-sabu.

Baca Juga : Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto Sidak ke Polsek Medan Area

“Ini adalah hasil penangkapan selama satu minggu mulai tanggal 6 sampai tanggal 14 Oktober 2016, kita berhasil mengamankan tersangka 9 orang yang kumpulan dari 4 kasus,” ungkap Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto yang didampingi Dir Narkoba Kombes Pol Hendri Marpaung, Kasubdit Penmas AKBP MP. Nainggolan serta PJU Polda Sumut.

Lanjut Mardiaz menjelaskan, bahwa para pelaku sidikat peredaran narkoba Internasional ditangkap dari empat lokasi yang berbeda.

“Ada empat lokasi penangkapan terhadap para pelaku yakni pertama di Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, kedua Stasiun Bus Simpati Star Jalan Gagak Hitam Medan, lokasi ketiga di Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang dan yang keempat di pintu keluar gerbang tol Amplas Medan,” cetus Brigjend Pol Mardiaz.

Para pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial, FM (33) Jalan Titi Payung bagan Asahan, Kabupaten Asahan, W (43) warga Kelurahan bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai, IP (43) warga Kelurahan Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai, BA (36) warga Jalan Lintas Medan Banda Aceh, MM (46),MY (40), M (32) ketiganya warga Kabupaten Aceh Utara, HL (30) warga Medan Amplas dan IF (32) warga Pekan Baru Riau.

Mardiaz juga mengatakan, bahwa pelaku dijerat dengan pasal 114 dan atau pasal 112 dan juga pasal 132 UU 35 tahun 2009.

Baca Juga : Polda Sumut Temu Ramah Dengan Tokoh Agama dan Organisasi Kepemudaan

“Untuk para pelaku kita kenakan UU 35 tahun 2009, dengan ancaman pidana paling ringan 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” ujar Brigjen Pol Mardiaz Kusin.

Bagikan :

Tentang Penulis

Sudin Pasaribu

Tinggalkan Komentar