Perusak Mobil di Mangga Besar Jadi Tersangka, Warga Jangan Anarkis

Jakarta, Lensawarga.com – Sebanyak lima orang perusak mobil di Mangga Besar telah ditetapkan jadi tersangka, dalam kasus perusakan mobil Franky di Jalan Hayam Wuruk, Mangga Besar, Jakarta Barat. Polisi mengimbau warga menahan diri agar tidak anarkis.

Mobil Dirusak Massa Usai Tabrak Lari di Halte Mangga Besar

Dilansir detikcom, Kapolsek Tamansari AKBP Ruly Indra saat dihubungi, Senin (03/09/2018) malam, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tidak melakukan tindakan yang dapat memicu permasalahan baru.

“Mohon kiranya untuk masyarakat untuk menahan diri. Tidak semua permasalahan itu bisa terselesaikan dengan tindakan bersifat anarkis dan pengrusakan karena itu justru memunculkan permasalahan baru,” ujar AKBP Ruly Indra.

Loading...

Baca Juga : Kemenpora Minta Roy Suryo Kembalikan 3.226 Barang

Polisi menyebut, warga yang main hakim sendiri dapat dijerat pasal 170 KUHP yang berbunyi:

Ayat 1

Barangsiapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.

Ayat 2

Yang bersalah diancam :
ke-1. dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun, jika dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka
Ke-2. dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun, jika kekerasan mengakibatkan luka berat;
Ke-3. dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun, jika kekerasan mengakibatkan maut.

Lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena merusak mobil Franky, berusaha kabur setelah menabrak warga dan pemotor pada hari Kamis (30/08/2018). Oleh sebab itu, masyarakat diminta hanya mengamankan terduga pelaku jika menemukan kejadian serupa.

“Kalau misalkan ada hal seperti itu masyarakat hanya bisa mengamankan, tapi proses lebih lanjut serahkan pada kepolisian karena polisi melaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku,” imbau Ruly.

Baca Juga : Kisah Kartika Putri yang Jatuh ke Pangkuan Habib Usman

Adapun kelima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial SS, WT, AA, SD, dan FA. Sementara itu, dua orang lagi masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Meskipun kelima pengeroyok ini tidak ditahan. Namun, mereka tetap diharuskan untuk wajib lapor.

Peristiwa ini bermula ketika Franky yang sedang mengemudikan mobil Grand Livina dengan pelat B-1965-UIQ, masuk ke busway. Karena panik diamuk warga, Franky lalu menabrak separator busway. Di dalam mobil ditemukan barang bukti alat isap sabu.

Baca Juga : Istri Setya Novanto, Si Cantik Deisti Akui Kembalikan Rp 5 M ke KPK Ganti Duit Munaslub Golkar

Franky juga dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba setelah polisi melakukan tes urine kepadanya. Franky akan menjalani proses rehabilitasi narkotika dan tidak menjadi tersangka.

“Kita upayakan penyelidikan. FR (Franky) ini, pada saat pengamanan dan penggeledahan, tidak ditemukan barang bukti sabu. Kita hanya petunjuk diduga alat yang diduga digunakan untuk mengisap,” ucap Ruly kepada wartawan di Mapolsek Tamansari, Jakarta Barat, Senin (03/09/2018).

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :