Peringatan dari Mendagri untuk Penyebar Data Pribadi

55

Jakarta, Lensawarga.com – Hati-hati menyebarkan data pribadi orang lain. Salah-salah, Anda berisiko kena jerat hukum. Peristiwa di jagat maya yang melibatkan Ulin Yusron ini bisa jadi contoh.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo

Ulin adalah pegiat media sosial pendukung Joko Widodo (Jokowi). Saat muncul video viral berisi pernyataan seorang pria yang mengancam penggal Presiden RI itu, Ulin mencuit via akun Twitternya, @ulinyusron, pada 11 Mei 2019.

Baca Juga : Usai Ditangkap, Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Jalani Pemeriksaan

Cuitan tersebut belakangan dihapusnya, namun hasil tangkapan layar sudah kadung tersebar lewat jejaring media massa. Isinya adalah data pribadi seorang pria bernama Dheva Suprayoga. Dari cuitan Ulin, nama lengkap hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK) Dheva terungkap ke publik, termasuk alamat lengkapnya.

Ternyata tuduhannya salah. Orang yang mengancam penggal Jokowi dalam video viral itu bukanlah Dheva Suprayoga.

Loading...

Dheva sendiri kemudian merilis video klarifikasi dari Kebumen, Jawa Tengah. Dia menjelaskan dirinya bukanlah orang yang berada di video viral ‘ancam penggal Jokowi’ itu. Ulin minta maaf lewat Twitter.

“Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditangkap! • Akhirnya. Mohon maaf kepada nama-nama yang disebut dan keliru. Ini murni kesalahan menerima informasi dan mengolahnya. Terima kasih yang sudah meramaikan percakapan soal penggal sehingga telah menutupi demo,” tulis Ulin di Twitter-nya, Minggu (12/5/2019).

Dia mencantumkan tautan berita detikcom berjudul ‘Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditangkap!’ Diketahui, pria pelaku pengancaman ini bernama Hermawan Susanto (27). Polisi telah menangkap HS di Parung, Bogor, Minggu (12/5) kemarin. Polda Metro Jaya telah menetapkan HS sebagai tersangka makar.

Organisasi perjuangan dan perlindungan hak digital warga di Asia Tenggara atau Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mengkritik penyebaran data pribadi oleh Ulin.

“Sudah ada unsur niat yang jelas untuk mengadvokasi kepada kejahatan,” kata anggota divisi Akses Informasi Online SAFEnet, Nabillah Saputri, kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan data pribadi tak boleh disebarkan.

“Saya kira nggak boleh ya, itu UU Adminduk (Administrasi Kependudukan) bisa dikejar dan bisa dituntut itu. Walaupun kami kerja sama dengan perbankan itu yang mengakses pun harus jelas siapa namanya, sehari dia akses berapa, siapa-siapa yang ada kaitan dengan perbankan dia nggak boleh macem-macem, by name by address siapa yang mengakses dari pihak perbankannya,” ujar Tjahjo usai acara Kemenkes Hari Peringatan Malaria Sedunia 2019 di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, seperti dikutip dari detikcom, Senin (13/5/2019).

Tjahjo mengingatkan data pribadi kependudukan tak bisa sembarang disebarluaskan. Ada sanksi tegas bagi para pelanggar aturan tersebut.

“Kalau misal digunakan untuk hal yang lain bisa dituntut,” ujarnya.

Terkait kasus Ulin Yusron, Tjahjo menegaskan data pribadi dilindungi dengan UU Administrasi Kependudukan (Adminduk). Pelanggaran terhadap UU ini bisa berujung ke laporan kepolisian.

Baca Juga : Jadi Tersangka, Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Dijerat Pasal Makar

“Kita akan bisa laporkan ke polisi, yang berhak (menindak) itu polisi,” tegasnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :