Penyidik KPK Menggeledah Sejumlah Ruangan di Pengadilan Negeri Medan

22

Medan, Lensawarga.com – Penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menggeledah sejumlah ruangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Penggeledahan dilakukan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret hakim Ad Hoc Tipikor, Merry Purba sebagai tersangka dugaan suap, Kamis (30/08/2018).

Suasana di PN Medan, Kamis (30/8/2018)/detikcom

Dilansir detikcom, pejabat Humas PN Medan Erintuah Damanik saat berada di kantornya, Jalan Pengadilan, Medan Petisah membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK.

“Saat ini ada 4 anggota KPK berada di ruang ketua PN Medan,” ujar Erintuah Damanik.

Menurut Erintuah, penyidik KPK juga meminta salinan berkas putusan perkara dengan terdakwa Tamin Sukardi.

“Sudah di-fotocopy berkas yang diputus kemarin dan akan diserahkan kepada penyidik KPK sebagai bukti,” imbuhnya.

Loading...

Baca Juga : Promosi Ketua PN Medan Masih Menunggu Hasil Penyelidikan KPK

Terkait OTT di PN Medan beberapa waktu lalu, KPK menetapkan 4 orang tersangka yakni hakim Ad Hoc Tipikor pada PN Medan Merry Purba, Helpandi panitera pengganti pada PN Medan. Kemudian sebagai tersangka pemberi suap yakni Tamin Sukardi dan Hadi Setiawan (HS).

Suap dengan total duit 280 ribu Dollar Singapura (SGD) ini terkait dengan vonis Tamin Sukardi di PN Medan pada Senin (27/08/2018). Kasus Tamin di PN Medan disidangkan oleh Merry Purba.

“Pemberian diduga untuk mempengaruhi putusan majelis hakim,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo.

Baca Juga : OK OCE Mart di Kalibata Bakal Tutup

Tamin menjalani sidang putusan (vonis) pada 27 Agustus. Tamin divonis pidana 6 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan dan uang pengganti Rp 132 miliar.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan serta uang pengganti Rp 132 miliar.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :