Pengusaha Burung Walet di Siantar Merasa Kebal Hukum, Satpol PP Diminta Bertindak Tegas

306

Siantar, Lensawarga.com – Meski sudah pernah ditegur melalui surat, tampaknya pengusaha penangkaran sarang burung walet di kota Pematangsiantar tepatnya di Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara merasa kebal hukum dan tidak peduli dengan surat teguran yang dilayangkan oleh Satpol PP dan pihak Kelurahan Melayu. Hal itu terlihat usaha burung walet yang meresahkan masyarakat itu sampai saat ini masih saja beroperasi.

Surat Keberatan Warga Kelurahan Melayu Dengan Adanya Penangkaran Sarang Burung Walet Yang Tak Berizin dan Melanggar Perda

Padahal warga disekitar bangunan sarang walet itu sudah pernah melayangkan surat keberatan kepada Satpol PP dan Lurah Melayu pada tahun 2020 lalu, namun sangat disayangkan sampai saat ini belum ada terlihat tindakan nyata dari pemerintah kota (Pemko) Pematangsiantar.

Baca Juga: Warga Minta Pemko Siantar Hentikan Penangkaran Sarang Walet di Kelurahan Melayu

Menanggapi hal tersebut warga masyarakat Kelurahan Melayu merasa kecewa dengan lambannya pihak Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dalam melakukan tindakan dan penertiban terhadap usaha walet yang jelas-jelas telah melanggar Perda tersebut.

“Padahal sudah jelas sarang burung walet itu telah melanggar peraturan, namun kenapa Satpol PP kami lihat terkesan diam saja terhadap pengusaha burung walet itu,” ujar seorang Tokoh Masyarakat Nurlelawati warga yang tinggal di Kelurahan Melayu, Sabtu (20/03/2021).

Loading...

“Tahun 2020 lalu kami sudah kirimkan surat ke Walikota, Satpol PP dan ke Lurah, namun sampai hari ini penangkaran burung walet itu tetap saja masih beroperasi, tentu ini menjadi tanda tanya besar kami kepada pemerintah, apa memang Pemko Siantar takut terhadap pengusaha burung walet atau sudah ada apa-apanya antara pengusaha dengan pemerintah,” sambungnya.

Menurut wanita yang biasa dipanggil Ibu Lela tersebut mengatakan, keresahan masyarakat sekitar lantaran bunyi suara yang dikeluarkan sangat bising dan mengganggu pendengaran, terutama saat akan melakukan aktivitas ibadah seperti Sholat, tak jarang saat Sholat Zuhur pada siang hari tiba, suara bunyian dari gedung-gedung tersebut seperti sengaja dikuatkan oleh Pemiliknya, sehingga Adzan yang berkumandang dari Masjid menjadi terdengar samar-samar lantaran suara rekaman bunyi burung walet yang sangat kuat.

“Tolonglah Pak Satpol PP bisa bertindak tegas kepada para pengusaha walet tersebut, jangan beraninya cuma sama orang-orang kecil saja, kalau menggusur pedagang kaki lima saja cepat kali kalian kerjanya, tapi sama orang besar yang berduit seakan-akan Satpol PP takut mengambil tindakan,” ujar Wanita paruh baya tersebut.

Sebelumnya, pada tahun 2021 lalu, Kakan Satpol PP Siantar Robert Samosir pernah menjelaskan, bahwa di pusat kota Pematangsiantar tidak diizinkan adanya penangkaran sarang burung walet. Saat dilakukan pendataan, ditemukan bahwa ada 5 bangunan penangkaran sarang walet di kota Pematangsiantar yang tidak memiliki izin usaha dan juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 1992 Tentang Wajib Bersih Lingkungan, Ketentraman dan Ketertiban Umum dan Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pematangsiantar.

“Berdasarkan rapat yang digelar bersama Dinas Perizinan, untuk Penangkaran burung walet di pusat kota tidak diizinkan,” ujar Robert Samosir, Minggu (5/07/2020) silam.

Sarang Burung Walet di Jalan Wahidin Pematangsiantar (Foto Yang Dilingkaran Merah)

Warga Kelurahan Melayu sangat menyayangkan sikap Pemko Siantar melalui Satpol PP yang sampai saat ini belum mampu melakukan tindakan tegas terhadap pengusaha burung walet itu, hal ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat sekitar.

Menindaklanjuti pernyataan Kakan Satpol PP Robert Samosir beberapa waktu lalu itu, terkait belum adanya tindakan yang diambil sampai saat ini, Lensawarga.com coba mengirimkan kembali pesan kepada Robert Samosir, Sabtu (20/03/2021) namun tidak ada jawaban.

Sementara itu, terkait keberatan warganya dengan keberadaan sarang burung walet di lingkungan Kelurahan Melayu, Sugianto selaku Lurah Melayu mengaku bahwa dirinya sudah pernah mengirimkan surat teguran kepada para pengusaha penangkaran burung walet.

“Pak sudah saya sampaikan surat teguran kepada yang bersangkutan melalui RW dan ditembuskan ke instansi terkait,” ujar Sugianto saat dikonfirmasi Sabtu (20/03/2021).

Baca Juga: Tak Miliki Izin dan Melanggar Perda, Satpol PP Akan Bongkar Bangunan Sarang Burung Walet di Kota Pematangsiantar

Sampai berita ini diterbitkan pengusaha burung walet belum berhasil ditemui untuk dimintai tanggapannya terkait usahanya yang diduga tidak berizin dan melanggar Perda serta dianggap telah meresahkan masyarakat.

Dukung Media Ini
loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :