Pendaftaran PPDB 2019 di Simalungun Diduga Sarat Kepentingan

274

Simalungun, Lensawarga.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kecamatan Tanah Jawa diduga sarat ‘kepentingan politis’ yang mengakibatkan salah satu Sekolah di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun menjadi terbebani sebab Akreditas Sekolah itu menurun.

SMP Negeri 1 Tanah Jawa

Pasalnya ada komunikasi antara beberapa Kepala Sekolah Dasar, yang diduga sudah mengarahkan agar anak didiknya supaya mendaftar ke SMPN2 Tanah Jawa dan melarang agar jangan mendaftar ke SMPN1 Tanah Jawa.

Baca Juga : Jalan Alternatif Hatonduhan-Parapat Dibiarkan Rusak Parah, Warga Mengadu ke Gubernur Sumut

Informasi itu berhasil didapatkan oleh awak media ini, Kamis (20/6/2019) dari narasumber yang dapat dipercaya.

Mengacu pada Permendikbud No 14 Tahun 2018 yang mengatur Sistem Zonasi yang sudah ditetapkan dalam PPDB tahun ini membuat kriteria sbb :

  1. Sekolah dan calon peserta didik yang berdomisili pada radius Zona terdekat dengan sekolah kuota paling sedikit 90 Persen dengan total jumlah kuota peserta didik.
  2. Domisili Calon Peserta disesuaikan kartu Keluarga (KK) diterbitkan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum PPDB.
  3. Radius Zona terdekat ditetapkan Pemerintah Daerah (Pemda) dan ketersediaan daya tampung itu sendiri. Dan Siswa yang diluar Zona dapat diterima untuk kriteria yang sudah ditentukan.
Loading...

Berdasarkan penelusuran di lokasi SMPN 1 Tanah Jawa ternyata bersebelahan/bertetangga dengan Sekolah Dasar yang Kepala Sekolahnya dimaksud telah mengarahkan Siswanya agar mendaftar ke SMPN 2 Tanah Jawa.

SMP Negeri 2 Tanah Jawa

Salah satu Kepala Sekolah SD Negeri 091496, Mansyur Sinaga juga sebagai Ketua K3S, saat dikonfirmasi mengamini apa yang dia arahkan kepada Siswanya untuk jangan mendaftar ke SMPN1, karena menurutnya sekolah itu bukan termasuk Zona mereka.

“Itu dari hasil rapat Korwil tentang Zona, Pak Berto Siadari juga mengarahkan agar jangan mendaftar ke SMPN 1, karena itu bukan Zona kita,” kata Mansyur.

Saat ditanyakan terkait kapan rapat Sosialisasi tentang Zona yang dipimpin Korwil Berto Siadari tersebut dilaksanakan. Mansyur mengatakan bahwa dirinya lupa-lupa ingat.

“Diantara bulan satu atau bulan dua, saya kurang ingat dan itu pun kebijaksanaan dari Dinas, Kami kecewa kebijaksanaan itu selalu berubah-ubah dan tidak konsisten,” imbuhnya.

Selanjutnya, tim media ini menyambangi Kantor Korwil tempat Berto Siadari, namun tak tampak sosok berto di ruangan tersebut, bahkan pesan WhatsApp yang dikirimkan juga tidak aktif.

Baca Juga : Truk Bermuatan Berat Terguling di Jalan Lintas Sumatera-Tiga Dolok

Arahan tersebut tentu menimbulkan kecurigaan dari beberapa pihak yang mana diduga adanya sarat kepentingan, sebab terkait zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) banyak menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat terutama di tingkat SMP dan SMA.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :