Pelaku Penipuan Bermodus ‘Keluarga Ditangkap Polisi’ Diringkus Polsek Medan Timur

136

Medan, Lensawarga.com – Satuan Reskrim Polsek Medan Timur berhasil meringkus seorang pria pelaku penipuan dengan modus ‘Keluarga Ditangkap Polisi’ yang tengah marak.

Pelaku Bambang Pujioni Saat Dihadirkan di Polsek Medan Timur

Kapolsek Medan Timur, Kompol Muhammad Arifin mengatakan, terungkapnya pelaku penipuan bermodus ‘Keluarga Ditangkap Polisi’ ini berawal dari laporan seorang warga yang menjadi korban dari pelaku.

Baca Juga : Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Simalungun Jalin Kerjasama dengan Partai Golkar

“Semua berawal dari laporan seorang warga Jalan Mahoni Mas, Kecamatan Medan Perjuangan, yang dihubungi pelaku mengaku bernama Ginting, dengan modus anak korban ditangkap polisi atas kasus Narkoba,” kata Arifin kepada wartawan, Senin (24/6/2019).

Percaya dengan pengakuan pelaku, masih kata Arifin, korban menyerahkan uang tunai sebesar Rp 80 juta rupiah yang diserahkan kepada pelaku. Namun setelah pelaku berhasil melarikan uang, korban baru mengetahui kalau dirinya baru saja menjadi korban tindak pidana penipuan.

Loading...

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan pelacakan terhadap nomor pelaku hingga pada akhirnya, Senin (10/6/2019) sekitar pukul 16.44 WIB, pelaku berhasil ditangkap di Jalan Mahoni Mas, kecamatan Medan Perjuangan.

Arifin menambahkan, setelah ditangkap akhirnya diketahui bahwa Pelaku yang bernama Bambang Pujioni warga Jalan Kapten Rahmat Budin, Kecamatan Medan Marelan ini tidak sendirian dalam melakukan aksinya melainkan bersama rekannya bernisial D yang saat ini statusnya masih buron.

“Pelaku Bambang ini berperan sebagai penjemput uang hasil tipuannya dan rekannya berinisial D berperan sebagai penelpon korban,” ujar Arifin.

Lewat modus penipuan ini, pelaku berhasil meraup hingga Rp 80 juta dan saat ini uang tersebut hanya bersisa Rp 2 juta.

“Jadi uang yang dari korban ini, digunakan untuk membeli elektronik seperti kulkas, televisi dan lainnya. Jadi seolah-olah dirinya baru mendapat hasil panen, yang mana nyatanya uang tersebut dari hasil penipuan,” ungkap Arifin.

Baca Juga : Sambut HANI 2019, BNNK Sergai Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Atas perbuatan, pelaku dijerat Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman paling lama empat tahun penjara.

Tonton Juga, Fakta Baru Pengunci Pabrik Mancis di Binjai Saat Kebakaran :

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :