Pekerjaan Proyek Puskesmas Marbau Senilai Milyaran Rupiah Dituding Asal Jadi

34

Labura, Lensawarga.com – Pekerjaan proyek Puskesmas Marbau di Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) diduga asal jadi dan menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek senilai Rp 2 Milyar lebih itu terdapat kejanggalan di setiap ruangan puskesmas.

Puskesmas Merbau Kabupaten Labura

“Sangat kita sesalkan dengan dana sebesar Rp 2,2 Milyar lebih itu pekerjaannya tidak profesional. Dari pantauan kita di setiap ruangan terdapat banyak kejanggalan,” ucap Aktivis LSM P3HN Effendi Miraza kepada wartawan, Rabu (19/12/2018) di Simpang Marbau.

Baca Juga : Timor Simarmata Lantik Pengurus GAMKI Labura 2018-2021

Menurutnya, kejanggalan tersebut terlihat dari pemasangan lantai keramik, baik ruangan kamar bawah dan atas, sebab diakhir pemasangan keramik terlihat besar kecil hingga diprediksi pekerjaan tersebut jelas tidak siku.

“Jelas tidak siku, hingga bangunan fisiknya pun kita yakin pasti lari dari jalur atau mencong,” tegas Effendi sembari mengatakan bersedia cek dan ricek sama perusahaan maupun pihak konsultan untuk membuktikannya.

Effendi mengganggap jabatan Direktur Perusahaan hanya sebatas jabatan tapi tidak punya pengalaman kerja, sedangkan tenaga ahli hanya sebagai persyaratan untuk perusahaan saja, Belum lagi tukang cuci botol obat dihunjuk menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di proyek Dinkes Labura, hingga terjadilah pekerjaan amburadul.

“Semua itu telah kita sampaikan ke Bupati Labura melalui surat, dan dalam dekat ini akan kita lanjutkan ke TP4D Kejari Labuhanbatu,” kata Effendi.

Untuk itu, Effendi berharap kepada instansi terkait dan pengawas proyek, agar benar-benar mengawasi pekerjaan proyek tersebut.

“Sayang nian kalau proyek dengan anggaran milyaran dikerjakan asal jadi,” kata Effendi lagi.

Diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Citra Mulia Perkasa Abadi, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai RP 2,2 Milyar dari Dinas Kesehatan Labuhanbatu Utara tahun 2018.

Pada kontrak kerja, masa pelaksanaan pekerjaan proyek berakhir pada tanggal 20 November 2018. Namun, hingga bulan Desember proses pengerjaan masih berlangsung. Artinya, pekerjaan proyek tersebut molor hampir satu bulan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Labura dr Saodah Nasution saat dipertanyakan mengenai amburadulnya pekerjaan proyek tersebut mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini akan diperiksa Konsultan dan PPK.

Sedangkan terkait molornya pekerjaan tersebut, Kepala Dinas mengatakan pihak perusahaan telah di denda.

“Mereka telah kita denda atas keterlambatan kerjanya,” ucap dr Saodah.

Baca Juga : Caleg DPR RI Dapil Sumut II Sihar Sitorus Sambangi Pewarta Labura di Kopteng

Pemilik proyek disebut-sebut berinisial IT belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat seluler. (Suyanto)

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :