Pejabat Ditjen PAS Kunjungi Cabang Rutan Idi - Lensa Warga
News

Pejabat Ditjen PAS Kunjungi Cabang Rutan Idi

Aceh Timur, Lensawarga.com – Direkrut Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan dan Baran Ditjen Pas, Anas Saeful Anwar, bersama Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Aceh, Meurah Budiman berkunjung ke Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Idi, Selasa (12/2/2019).

Pejabat Ditjen PAS Saat Meninjau Daftar Menu Makanan di Dapur Cabang Rutan Idi

Anas menyampaikan, kunjungan itu untuk mendorong pembenahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Ditjen Pas melakukan revitalisasi Lapas/Rutan.

Baca Juga : Deklarasi Pemilu Damai Diselenggarakan Panwascam Peunaron

“Tadi peresmian Desa Sadar Hukum di Tamiang, kebetulan melewati Lapas Langsa dan Rutan Idi. saya ingin melihat situasi saat ini di Lapas Idi, dimana Ibu Ditjen ingin canangkan sistem revitalisasi pemasyarakatan,” ujar Anas.

“Pada intinya pemidanaan ini adalah harus banyak pembinaan, bagaimana napi di dalam harus banyak dibina agar mereka menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, sadar hukum dan menjadi masyarakat atau orang baik, itu tujuannya,” kata Anas Saeful Anwar didampingi Meurah Budiman dan Efendi Kepala Cabang Rutan Idi.

Menurutnya, di Rutan Idi, napi yang telah mendekati pulang, bisa beribadah leluasa berjamaah setiap waktu, selama dalam sel berkelakuan baik dan dinilai layak melakukan ibadah di Mushalla.

Anas menyebut, sistem revitalisasi ini akan dilakukan untuk seluruh rutan di Indonesia, sedangkan untuk rutan Idi masih dalam sekala medium.

“Napi-napi yang di anggap bandel, kita tempatkan di super maksimum di Nusakambangan dengan kapasitas “One man, one sel (satu orang satu sel) ini super maksimum untuk napi yang bandel, yang pengendali narkoba, yang membahayakan orang lain, ada tiga lapas yang super maksimum,” ujarnya.

“Jika napi baik akan dipindahkan ke maksimum, kemudian jika baik lagi baru ke medium security, jika bagus lagi punya keterampilan baru ditempat lagi seperti di lapas terbuka yang pengawasannya sudah longgar, kita sudah mulai sosialisasi dan laksanakan revitalisasi terutama di Nusakambangan,” beber Anas.

Anas berharap lapas dan rutan Idi sesuai konsep awal yang dicetuskan, yakni pembinaan, tidak lagi sistem penjaraan seperti penjara jaman dulu, hukuman balas dendam, tetapi pembinaan biar napi tobat.

Baca Juga : Koalisi Mantan Kombatan GAM Aceh Timur Deklarasi Pemilu Damai

“Kapoknya itu dengan pembinaan, karena kalau mereka tobat dengan pembinaan, insyaallah setelah mereka keluar mereka menjadi orang yang tulus nantinya, dan sadar apa yang dia perbuat selama ini adalah salah, maka diperbaiki lah di lapas ini, begitu keluar dapat bergaul dengan masyarakat, inilah tujuan revitalisasi penyelenggara pemasyarakatan,” katanya.

Bagikan :

Tentang Penulis

Bayu Heri Irawan

Tinggalkan Komentar