Pangulu Bosar Nauli Tak Tegas, Koperasi Cenati Tak Memihak Kebutuhan Masyarakat Setempat

423

Simalungun, Lensawarga.com – Keberadaan Koperasi Cenati di Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan yang menyalurkan jasa air bersih, tampaknya tak memihak kepentingan masyarakat setempat yang membutuhkan.

Lokasi Bak Penampungan Koperasi Cenati, Dibelakang Kantor Desa Bosar Nauli

Koperasi Cenati adalah jasa penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga dengan mengambil titik mata air di daerah Bosar Nauli, setiap pelanggan baru diharuskan membayar uang muka dan selanjutnya membayar bulanan tergantung berapa meter air sesuai tarif yang digunakan.

Baca Juga: Fraksi Golkar Minta Bupati Simalungun Alokasikan Sebagian Dana Desa Untuk Kebutuhan Warga

Koperasi Cenati sudah lama berdiri bahkan bak penampungan air berada di area aset desa berjarak 10 meter dibelakang kantor desa Bosar Nauli.

Berdasarkan penelusuran Lensawarga.com di lapangan, ternyata Koperasi Cenati tak mengutama kepentingkan masyarakat yang membutuhkan. Hal itu terlihat dari wawancara awak media dengan beberapa masyarakat yang berada di Bosar Nauli.

Loading...

Untuk masuk menjadi Anggota Cenati harus bayar Rp 4.000.000 (empat juta rupiah) sementara kemampuan warga hanya dibawah Rp 2.000.000 (dua juta rupiah) hal ini yang menjadi permasalahan, pasalnya Koperasi Cenati berada di area aset desa namun bukan milik desa, artinya keberadaan Koperasi Cenati diarea aset desa menjadi tanda tanya.

Pihak Desa tak mengambil keuntungan sedikitpun dari Koperasi Cenati, hanya satu keran kecil air saja yang salurkan ke bak kamar mandi desa, selebihnya pihak nagori tak mendapatkan keuntungan apapun dari Koperasi Cenati, padahal sumber mata air Koperasi Cenati ada di kawasan desa Bosar Nauli dan bak penampungan berada di aset desa. Hal tersebut dijelaskan oleh Kaur Desa dan Sekdes Bosar Nauli saat wartawan menyambangi kantor desa Bosar Nauli.

Ketidaktegasan Pangulu Bosar Nauli juga dirasakan masyarakat yang membutuhkan jasa air bersih Cenati.

“Untuk apa koperasi itu ada di kawasan ased desa tapi tak memihak kepentingan warga desa, hanya untuk meraup untung saja,” ujar warga Dusun Cipedak.

Ada juga emak-emak yang berkumpul juga menceritakan ketidaktegasan Pangulu Suriaten dalam menyikapi polemik Kop Cenati.

“Ya itulah bang, pangulu kami, enggak tegas dan enggak berani ngambil sikap sama koperasi Cenati, padahal posisi bak penampungan Cenati ada dibelakang kantor Pangulu, masa pak Pangulu enggak bisa kasih solusi biar kami bisa masuk jadi pelanggan Cenati dengan harga yang relatif,” kata emak-emak yang enggan disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi Panggulu Bosar Nauli tak memberikan tanggapan yang berarti terkait keberadaan Koperasi Cenati di area aset desa tersebut.

Warga meminta, seharusnya Pangulu Bosar Nauli bisa memanggil pengurus Koperasi Cenati bila tak mau memihak masyarakatnya. Bahkan Pangulu juga sangat bisa memberikan ultimatum kepada Koperasi Cenati, dengan dasar hukum yang jelas, dengan mengeluarkan Perdes.

Baca Juga: Proyek Dana Desa Nagori Baja Dolok Terindikasi Jadi Sarang Nyamuk

Bila perlu Pangulu juga bisa membongkar Bak Penanmpungan Koperasi Cenati bila tak ada kesepakatan yang bisa menguntungkan pihak desa.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :