Milad GAM Ke-42, Masyarakat Lantunkan Doa kepada Seluruh Syuhada

Aceh Utara, Lensawarga.com – Warga di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara kembali bergemuruh di Bumi serambi mekkah dengan gegap gempita dalam rangka menyambut milad GAM Ke 42 yang jatuh pada hari, Selasa (04/12/2018).

Murhalim (kanan) bersama Muzakir Manaf (kiri) Saat Kunjungan Ke Makam Syuhada Pada Peringatan Milad GAM Ke-42 di Samudera Pase, Aceh Utara

Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang terbentuk pada 4 desember 1976 silam, dalam sejarah mengatakan, dimana saat itu masyarakat Aceh berjuang untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri untuk mengelola alam dan hukum yang sesuai syariah Islam.

Baca Juga : Panglima Muda Daerah IV Serahkan Motor Pengangkut Sampah kepada Masyarakat Aceh Utara

Perjuangan yang sarat makna ini adalah bagian dari semangat untuk menyatakan, bahwa bangsa aceh bangsa yang punya citra dan marwah sendiri yang harus diperjuangkan dengan segenap jiwa.

Murhalim selaku Humas Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) mengajak para anak mantan pejuang Aceh Merdeka (Aneuk Syuhada) untuk selalu ingat pada perjuangan tersebut melalui milad GAM Ke-42 ini, demi mengenang jasa para syuhada yang telah gugur menumpahkan darah dan nyawanya untuk memperjuangkan keadilan dan marwah bangsa di Aceh.

Loading...

“Fenomena sejarah ini tidak boleh hilang dan dipisahkan dari kita terkhusus Anak Kombatan, karena didalam tubuh anak kombatan juga mengalir darah-darah pejuang. Selain itu juga perlu untuk mengingatkan para generasi selanjutnya agar tidak melupakan jasa pejuang-pejuang Aceh Merdeka yang di Proklamatori oleh Paduka Yang Mulia (PYM) Tgk Hasan Muhammad di Tiro,” ujar Murhalim.

“Beliau telah berjuang untuk Aceh dengan membangkitkan semangat dan gairah memperjuangkan Aceh merdeka, sehingga doktrinisasi tersebut melekat dalam benak hati masyarakat Aceh sampai mau mengorbankan nyawa dan hartanya untuk terjun ke dalam peperangan demi mewujudkan cita-cita yang mulia dengan harapan Aceh yang berdaulat dan merdeka di tanah sendiri,” tambahnya.

Murhalim juga berharap kepada pimpinan GAM dan para kombatan untuk membimbing anak-anak syuhada di setiap wilayah masing-masing agar mereka menjadi generasi yang berkualitas, karena menurutnya tantangan anak syuhada semakin berat dan perlu adanya pendidikan yang mumpuni agar bisa bersaing di secara dialektika dan logika berfikir di era globalisasi.

Baca Juga : Mantan Kombatan GAM Pang Sumatera: Ghazali Abbas Jangan Salah Minum Obat

“Kalau seandainya kami harus terus berjuang, kami akan berjuang secara narasi politik karena berjuang secara senjata sudah kita tuntaskan 13 tahun silam,” tutup Murhalim yang sedang mengikuti milad di Daerah 4 Tgk Chik Di Tunong wilayah Samudera Pase bersama Mantan Panglima GAM Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem dan Panglima Muda D4 M Jhony serta Ketua DPRK Aceh Utara.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :