Pemkab dan Polres Asahan Tutup Mata, Judi Game Zone Menjamur

460

Asahan, Lensawarga.com – Maraknya perjudian yang berkedok katangkasan (Game Zone), di Bulan Suci Ramadhan dan ditengah Pandemi Covid-19 kini mulai menjamur di Kota Kisaran dan di beberapa Kecamatan di Kabupaten Asahan, Rabu (28/04/2021).

Foto Ilustrasi Permainan Game Zone

Sementara di tengah tingginya angka kematian yang disebabkan Penyebaran Covid-19 judi Game Zone ini, tidak menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang dianjurkan Pemerintah.

Baca Juga: Karena Cemburu, Pria Tua Ini Tegah Bunuh dan Buang Jasad Gadis Cantik

Mirisnya lagi, disaat umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan, sebagian judi Game Zone tetap buka tanpa menghiraukan Imbauan Bersama Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 Dalam Situasi Pandemi Covid-19 di Kabupaten Asahan.

Pada imbauan tersebut tertera pada poin ke 4 yang berbunyi, Agar menutup usaha warnet, tempat hiburan, kedai tuak, dindong, cafe, gamezone, billiard, cafe remang remang, dan lainnya serta tempat tempat yang berpotensi menimbulkan maksiat dan penyakit masyarakat.

Loading...

Sebanyak 8 titik lokasi judi Game Zone di seputaran Kota Kisaran dan 9 titik lokasi di Kecamatan Kabupaten Asahan. Menjamurnya judi Game Zone membuat para pengusaha seakan-akan kebal dengan hukum.

Pasalnya, sampai sekarang belum ada tanggapan atau penindakan dari Pemerintah Kabupaten Asahan dan Polres Asahan. Jadi menjamurnya judi Game Zone di Kota Kisaran tampak tertata rapi.

Sementara resahnya masyarakat, disebabkan tempat tinggal mereka ada lokasi judi Game Zone yang bisa berdampak buruk buat orang lain, keluarga, Pemuda dan anak-anak.

Surat Edaran Imbauan Bersama Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H (2021) Dalam Situasi Pandemi Covid-19 di Kabupaten Asahan

Selanjutnya, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Ustadz Drs. Abdurrahman Rivai yang di kenal sebagai Tokoh Agama dan menjabat sebagai Dewan Penasehat di Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Asahan mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Pemerintah Kabupaten Asahan dan Polres Asahan.

“Judi Game Zone ini sangat meresahkan masyarakat, tapi Pemerintah Kabupaten Asahan dan Polres Asahan seolah olah tidak mengetahuinya atau tutup mata soal judi Game Zone ini. Padahal sudah jelas, kalau masyarakat resah dengan adanya lokasi judi Game Zone yang bisa berdampak buruk bagi keluarga dan lingkungan sekitar, serta bisa merusak akhlak anak bangsa,” ungkap Ustadz Rivai.

Akibat menjamurnya judi Game Zone di Asahan, dan saat ditanya tanggapan dengan Visinya Pemerintah Kabupaten Asahan yang salah satunya “Membangun Masyarakat Religius” Ustadz Drs. Abdurrahman Rivai pun menjelaskan, bahwa pengertian Religius itu melaksanakan hukum Allah SWT.

“Jadi Religius itu melaksanakan perintah Allah SWT, dan akhlakul karimah yang terbaik, judi itu sudah menantang akhlak manusia dan juga hukum agama, agama mana pun gak ada membenarkan yang namanya judi,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, seharusnya di bulan Suci Ramadhan ini, bulan yang suci dari segala galanya, jadi ya harus suci. Apa lagi “Religius” itu kunci dari Bupati Asahan, sesuai dengan Visi Pemerintah Kabupaten Asahan.

Baca Juga: Wakil Bupati Asahan Hadiri Pelantikan DPD PPMA, DPP GM PPMA dan DPP Srikandi Periode 2021-2026

“Jadi yang Relegius itu tunjukkan. Sebab dengan adanya judi rusak Akhlak. Contohnya, Rusak rumah tangga, Rusaknya anak anak, semuanya akan rusak atau hancur karena judi, karena judi itu adalah atok moyangnya syaitan. Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Asahan dan Polres Asahan harus tegas memberantas judi itu. Jangan menunggu laporan saja, karena judi ini juga sudah melanggar hukum dan dengan maraknya judi ini, bala bencana akan turun,” pungkas Ustadz Drs. Abdurrahman Rivai kepada wartawan saat dikonfirmasi. (RD-A)

Dukung Media Ini
loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :