KPPBC Sumut Musnahkan Ribuan Barang Ilegal

Medan, Lensawarga.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Sumut musnahkan ribuan barang selundupan, bekerjasama dengan KPPBC TMP B Kuala Namu, Kuala Tanjung dan KPPBC TMP C Teluk Nibung gelar acara pemusnahan bersama atas barang milik negara hasil penindakan kepabeanan dan cukai di Bandara Kuala Namu, ex penumpang Kapal Ferry Teluk Nibung, hasil operasi barang kena cukai illegal di wilayah Sumut, serta hasil penindakkan aparat penegak hukum yang diserahkan ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumut, Selasa (30/10/2018).

KPPBC Sumut Musnahkan Ribuan Barang Ilegal

Kanwil DJBC Sumut Oza Olivia memaparkan kegiatan Pemusnahan barang tersebut telah mendapatkan persetujuan pemusnahan dari kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang. Ia juga mengatakan bahwa Pantai Timur Sumut Masih Rawan Penyelundupan.

Baca Juga : Ditresnarkoba Polda Sumut Musnahkan Barang Bukti Sabu Seberat 97,52 Kg

Barang yang dimusnahkan berupa 31 ball dan 187 karung pakaian bekas, 74 karton dan 100 pasang sepatu, dan alas kaki bekas 443.798 batang rokok, 96 botol minuman mengandung etil alkohol, 4 unit kapal motor , 2.188 bungkus makanan, 116 bungkus obat-obatan, 553 pcs kosmetik, 17 pcs sparepart dan 52 pcs barang elektronik (perkiraan nilai barang sekitar 652 juta rupiah) dengan potensi keuangan negara sekitar 114 juta rupiah dari cukai, bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai yang dinyatakan sebagai barang milik negara karena terkait dengan pelanggaran kepabeanan dan cukai yang antara lain;

  1. Makanan, obat-obatan dan kosmetik importasinya tidak disertai izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan.
  2. Sparepart dan alat elektronik, importasinya tidak disertai izin dari Kementerian perdagangan dan industri.
  3. Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal berupa rokok dan MMEA karena diedarkan tanpa pita cukai dan dilengkapi pita cukai palsu. Peredaran BKC Ilegal disamping merugikan keuangan negara juga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bagi masyarakat karena tak terawasi dan tak terkendalinya kualitas produk.
  4. Kapal motor terkait penyelundupan yang tidak dapat ditemukan pelakunya sehingga tidak dapat diajukan ke sidang pengadilan dimana kondisinya sudah tidak ada nilai ekonomisnya atau rusak.
  5. Ballpress serta sepatu dan alas kaki bekas merupakan barang yang dilarang untuk diimpor, sebab dari sisi ekonomi, impor pakaian bekas akan sangat mendistorsi pasar domestik produk tekstil dalam negeri sehingga industri kecil dan menengah tekstil dan produk tekstil kalah bersaing hingga berakibat tutupnya industri tersebut. Dari sisi kesehatan, pakaian bekas akan menyebabkan penyakit menular karena tak terjamin higienisnya. Sedangkan dari sisi sosial, importasi pakaian bekas akan menurunkan harga diri bangsa di tingkat internasional.
Loading...

Adapun cara pemusnahan rokok, ballpress serta sepatu dan alas kaki bekas dengan cara dibakar, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dengan cara dituangkan ke dalam tong, makanan, obat-obatan serta kosmetik dengan cara ditimbun, sparepart, barang elektronik serta kapal dengan cara dipotong-potong.

Baca Juga : Mobil Pajero Sport Hantam Sepeda Motor, Seorang Mahasiswi Tewas Ditempat

Provinsi Sumut termasuk salah satu wilayah yang rawan penyelundupan ballpress, terutama di pesisir timur serta termasuk wilayah rawan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal, sehingga Kanwil DJBC dan KPPBC di wilayah Sumut bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya, bersama TNI, Kepolisian, Kejaksaan dan pengadilan berkomitmen untuk penertiban terhadap importasi ilegal dan peredaran BKC Ilegal di wilayah Sumut.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :