Konser Mariah Carey di Borobudur Sukses Pukau Ribuan Penonton

Magelang, Lensawarga.com – Penyanyi pop RnB Mariah Carey berhasil memukau ribuan penggemar setianya di Indonesia saat menggelar konser Borobudur Symphony di Taman Lumbini Candi Borobudur, Jawa Tengah, Selasa (06/11/2018) malam.

Mariah Carey Saat Tampil Di Atas Panggung

Dilansir IDN Times, Penonton yang hadir tidak hanya berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta tapi juga dari Jakarta, Surabaya dan kota lainnya dimanjakan dengan alunan suara merdu Penyanyi asal Amerika Serikat itu dari atas panggung yang mengambil latar belakang Candi Borobudur. Sungguh sebuah pengalaman audio visual yang tiada duanya.

Baca Juga : Guns N Roses Sudah Tiba di Jakarta, Lho!

Loading...

1. Mariah Carey menyapa penonton dengan bahasa Indonesia

Mariah Carey memulai pertunjukkan dengan senandung intro “Fly Away” menjelang pukul 20.30 WIB. Penonton yang sejak petang sudah bersemangat dibuat histeris saat sang diva muncul ditemani penari dan band pendukungnya.

“Honey”, “Shake it Off”, “Make it Happen” bergantian dibawakan Mariah Carey sebelum selingan break pertama.

“Hello, Indonesia! Terima kasih,” sapa Mariah Carey untuk pertama kali.

“I’m getting better with the language,” candanya.

2. Penampilan pertama di Indonesia sejak konser di Jakarta pada tahun 2004

Meskipun banyak serangga yang mengerubungi tata cahaya dan lantai panggung. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Mimi (sapaan Mariah Carey) untuk memberikan penampilan terbaik buat para penggemarnya. Olah vokal terlatih yang disertai satu-dua lengkingan nada setinggi suara lumba-lumba khasnya selalu disambut riuh sorak penonton, terutama para fans berat yang berkerumun di area festival.

Baca Juga : Sulitkah Mengumpulkan Personil Reuni Guns N Roses?

Wajar saja, penyanyi berusia 48 tahun tersebut terakhir kali tampil di Indonesia 14 tahun lalu. Dan bukan tidak mungkin jika fans harus menunggu belasan tahun lagi sebelum Mimi kembali. Jadi, kenapa harus jaim?

“Always Be My Baby” dan “Emotion” memancing paduan suara massal di Borobudur. Begitu pula “One Sweet Day” yang Mariah bawakan secara trio bersama penyanyi latar dan pengarah musik sekaligus pianisnya.

3. Meski ada jeda ganti kostum, pertunjukan tetap menyuguhkan hiburan menarik

Pada malam yang hangat secara harfiah dan kiasan di Borobudur ini, Mariah mengenakan tiga gaun secara bergantian. Dress selutut warna ungu gelap, gaun hitam panjang dan gaun emas dengan glitter mewah.

Proses gonta-ganti baju yang bisa memakan waktu hingga 3 menit menjadi tidak terasa lama sebab penari, penyanyi latar dan band Mariah tetap menghibur penonton dengan interaktif.

Ada kalanya mereka mengajak penonton ke panggung, unjuk keterampilan menari atau sekadar menyapa dan memperkenalkan diri. Showmanship berkualitas dari artis utama dan pendukung.

4. Lagu “Hero” dipilih sebagai encore

Seperempat terakhir pertunjukan mengingatkan fans pada Mariah Carey di era album Emancipation of Mimi berkat tembang “It’s Like That” dan “We Belong Together” yang menjadi lagu terakhir sebelum encore.

Hanya selang satu menit setelah mengucapkan perpisahan, Mariah dan band kembali naik panggung untuk memberi persembahan terakhir malam itu yang berjudul “Hero”.

Balada yang wajib ditunggu itu mengajak seluruh penonton bernyanyi dan melambaikan tangan, karena kali ini Mimi benar-benar pamit mengakhiri konsernya.

Mariah Carey genap membawakan 18 lagu hits dalam konser berdurasi kurang lebih 90 menit. Namun, jika harus mengkritik, masih ada yang kurang dari pertunjukan Mariah Carey kali ini.

Baca Juga : Selain Guns N Roses, 5 Musisi Dunia Ini Juga Pernah Gebrak GBK

Konser Borobudur Symphony yang disponsori sejumlah Bank Plat Merah tersebut, tentu akan makin sempurna jika “All I Want for Christmas is You” juga dia nyanyikan.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :