Komplotan Penculik dan Penganiaya Diciduk Ditreskrimum Polda Sumut, Oknum Polisi Terlibat

57

Medan, Lensawarga.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut berhasil meringkus komplotan pelaku penculikan dan penganiayaan terhadap tiga orang di Jalan Gatot Subroto, Medan, beberapa waktu lalu. Hal tersebut diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian Andi, Senin (05/11/2018).

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian didampingi Wakil Direktur Rekrimum Andri Setiawan Saat Menggelar Konferensi Pers, Senin (05/11/2018)

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, para pelaku yang diamankan berjumlah tujuh orang, di antaranya MN (53) warga Jalan Sisingamangaraja, Teladan Barat, PS (38) warga Jalan Pintu Air VI, Gang Mesjid, Kwala Bekala.

Baca Juga : Ditreskrimum Polda Sumut Amankan 19 Orang Tersangka Judi Togel dan Jackpot

PM alias Bangun (42) warga Jalan Pasar VII, Beringin, RM (33) warga Jalan Jaya Tani Gang Anggrek, Kwala Bekala, TPP (34) Jalan Luku I, Kwala Bekala, BHS (46) warga Jalan Luku II, Kwala, serta DHM (masih dalam pemeriksaan) warga Jalan Madura, Kota Binjai.

Ketiga korban, yakni Masri (36), Sakruddin (51) dan Nzulafri, yang menumpangi mobil dari Hotel Grand INNA menuju Jalan Ringgroad Medan. Namun, ketika berada di Jalan Gatot Subroto kendaraannya dihadang para pelaku, yang mengendarai mobil dan sepeda motor.

Loading...

“Kita berhasil mengungkap kasus penculikan. Korbannya ada tiga orang,” kata Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian didampingi Wadir Krimum Polda Sumut AKBP Andri Setiawan, seraya menyatakan satu dari tujuh pelaku oknum anggota polri.

“Jadi awalnya Nasir menghubungi Budi Hartono. Kemudian Budi Hartono mencari para pelaku lain untuk melakukan aksi. Oknum ini perannya menggiring para korban,” katanya.

Andi menceritakan awalnya para korban Masri (36), Sakruddin (51) dan Nzulafri menumpangi mobil dari hotel Grand Inna menuju Jalan Ring Road Medan.

Sesampainya di Jalan Gatot Subroto Medan, para pelaku yang mengendarai sepedamotor dan mobil memberhentikan kendaraan para korban.

“Seorang pelaku menyuruh korban menjumpai pelaku Nasir di Hotel Polonia. Di hotel ini, para pelaku dianiaya oleh pelaku Nasir yang merupakan otak pelaku penculikan,”ujar orang nomor satu di Ditreskrimum Polda Sumut ini.

Lantaran situasi mulai ribut, sambungnya, para pelaku membawa korban ke hotel Kristal Jalan Padang Bulan.

“Kemudian pindah hotel, di hotel ini para korban dipisah, lalu korban Masri dianiaya lagi bahkan ditelanjangi karena dianggap sebagai pimpinan bisnis penipuan,”ujarnya.

Setelah dianiaya, sambungnya, para korban dibawa ke daerah Jalan Sisingamangaraja.

“Nah saat itu, ada beberapa saksi yang melapor ke Polda Sumut, dalam laporannya ada penculikan,”kata Andi Rian.

Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan.

“Para pelaku langsung teridentifikasi dan kita lakukan penangkapan terhadap tujuh pelaku. Enam orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan seorang lagi masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Menurut Andi, modus penculikan dan penganiayaan ini dilatarbelakangi masalah investasi bitcoin.

“Tersangka sudah banyak investasi uang hampir Rp 900 juta. Jadi otak pelaku Nasir berusaha meminta uang dengan cara melakukan penculikan dan penganiayaan,” katanya.

Selain pelaku, petugas menyita barang bukti 2 unit mobil, 3 unit kaca mata dan handphone.

Baca Juga : Polda Sumut Ungkap Kronologi Pembunuhan Sadis Sekeluarga di Tanjung Morawa

“Pasal 333 ayat (1) KUHP dan atau pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 KUHP Jo Pasal 55 KUH Pidana,”ujarnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :