Ketua Arus Baru Indonesia (ARBI) Aceh Minta Prabowo Tidak Sebarkan Hoax Tentang Sejarah di Aceh - Lensa Warga
News

Ketua Arus Baru Indonesia (ARBI) Aceh Minta Prabowo Tidak Sebarkan Hoax Tentang Sejarah di Aceh

Aceh, Lensawarga.com – Ketua Arus Baru Indonesia (ARBI) Aceh, Helmy N Hakim menyatakan bahwa Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto telah mengeluarkan pernyataan hoax saat berkunjung ke Aceh.

Ketua ARBI Aceh Helmy N Hakim

Helmy menceritakan, saat itu Prabowo hadir dalam acara memperingati 14 Tahun Tsunami Aceh di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo, Banda Aceh, Rabu (26/12/2018).

Baca Juga : Terungkap, Beginilah Cara Prabowo Belajar Mengaji Al-Quran

Menurutnya, Prabowo yang sudah 2 kali kalah di pilpres itu meriwayatkan pernah berseberangan dengan Muzakir Manaf (Mualem), yang merupakan Panglima GAM. Ketika itu, kata Prabowo memburu Mualem dan sebaliknya Mualem memburu Prabowo.

“Ini hoax sejarah yang ditiup ke rakyat Aceh, bagaimana Prabowo bisa memburu Mualem dan sebaliknya?, sementara Prabowo diberhentikan dari TNI tahun 1998. Sedangkan Mualem dilantik menjadi Panglima GAM pada 2002 setelah Panglima GAM Teungku Abdullah Syafie Syahid ditembak oleh TNI di Jimjiem Pidie Jaya pada Januari 2002,” kata Ketua ARBI Aceh Helmy N Hakim kepada Lensawarga.com, Rabu (2/1/2019).

“Jadi kapan Prabowo memburu Mualem, sebab ketika Mualem jadi Panglima GAM Prabowo sudah berstatus dipecat dari tentara. Jika yang dimaksud Prabowo memerintahkan Kopassus dalam operasi-operasi tertutup dalam DOM yang telah mengorbankan ribuan rakyat Aceh, itu sangat mungkin,” sambung Helmy.

Lanjut Helmy menuturkan, bahwa Hoax Prabowo yang adalah terkait penjelasannya yang mengatakan, bahwa ayahnya terlibat dalam pembelian pesawat Seulawah yang didanai oleh rakyat Aceh.

Prabowo menjelaskan saat proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, Soemitro Djojohadikoesoemo sering pulang pergi ke Provinsi Aceh untuk menggalang dukungan dari masyarakat setempat.

Mantan Danjen Kopassus itu menyatakan ketika itu rakyat Aceh secara sukarela mengumpulkan emas, gelang, perhiasan dan batu-batu berharga untuk membeli pesawat terbang pertama untuk Indonesia yang diberi nama Seulawah.

Baca Juga : Cerita Prabowo soal Laporan Selang Cuci Darah di RSCM Dipakai 40 Orang

“Dalam sejarah pembelian pesawat Seulawah tidak pernah ada nama Soemitro. Apalagi ikut menggalang dana. Sebab yang menggalang dana dilakukan oleh Abu Beureueh, GASIDA dan lain-lain. Kami minta Prabowo harus belajar lagi sejarah. Jangan hanya untuk tujuan menggalang suara di Aceh dengan menyebar Hoax tentang sejarah Aceh,” ujar Helmy. (Bayu)

Bagikan :

Tentang Penulis

Redaksi

www.lensawarga.com

Tinggalkan Komentar