Kasus Dugaan Aliran Sesat Gereja IRC, Kemenag Medan: Kami Sudah Bentuk Tim

160

Medan, Lensawarga.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan H. Al Ahyu, MA mengatakan telah menindaklanjuti laporan tentang adanya dugaan ajaran sesat yang diajarkan oknum Pendeta Asaf M kepada puluhan jemaatnya di Gereja IRC (Indonesia Revival Chruch) Medan beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan Al Ahyu, Selasa(16/10/2018).

Lambang Gereja IRC (Indonesia Revival Church)

“Kemenag Medan sudah membentuk tim untuk mengawal dan mendalaminya, memang agak terkendala dari jadwal sebelumnya karena pergantian Kasi Bimas Kristen Drs. Handy Simajuntak digantikan JH Sinambela, tapi walaupun begitu kami optimis dengan Kasi Bimas Kristen JH Sinambela, kasus ini secepatnya terungkap,” ujar Al Ahyu.

Baca Juga : Sidang Gereja IRC Yang Diduga Aliran Sesat Digelar di Pengadilan Negeri Medan

Sebelumnya, Guntur Marbun bersama puluhan mantan jemaat Gereja IRC yang merasa telah menjadi korban, mengaku resah atas ajaran tersebut. Sehingga Guntur melaporkan kasus dugaan ajaran sesat tersebut ke Polrestabes Medan dengan LP/773/IV/2018 Tanggal 19 April 2018 lalu, dan selain itu juga kasus ini menjadi perhatian serius bagi Kemenag Medan Kejaksaan dan Kepolisian karena mempengaruhi suasana Kamtibmas yang kondusif.

Kepala Kantor Kemenag Medan H. Al Ahyu, MA menjelaskan, bahwa sesuai Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-004/A/JA/01/1994 tanggal 15 Januari 1994 tentang Pembentukan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PER-019/A/JA/09/2015 tanggal 16 September 2015 tentang Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (Pakem).

Loading...

Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan merupakan wewenang kejaksaan dalam rangka ketertiban dan ketentraman umum demi meningkatkan upaya pencegahan tidak terjadinya konflik Agama.

Al Ahyu mengakui, masalah ajaran atau dogma sangat sensitif, sehingga butuh waktu dan masukan dari seluruh pihak lembaga organisasi Kristen karena hal ini tidak sembarangan, demi menjaga kestabilan keamanan masyarakat kota Medan.

“Tim yang dibentuk Kemenag sudah berkoordinasi Ketua Pakem, dalam hal ini Kajari Medan karena Kemenag tidak bisa menyatakan ajaran Pdt Asaf M aliran sesat tanpa koordinasi dengan Tokoh Agama dan Lembaga seperti Persatuan Gereja Indonesia (PGI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB),” ungkap Al Ahyu didampingi Kasi Bimas Kristen JH Sinambela saat ditemui di kantornya Jalan Sei Batugingging No. 12, Medan.

Selain itu, Ahyu juga menegaskan bahwa Polrestabes Medan hanya menunggu keputusan yang menyatakan sesat atau tidak, agar kasus ini tidak berlarut-larut dan bias kemana-mana.

“Pihak kepolisian hanya menunggu keputusan yang menyatakan apakah ajaran Pdt Asaf M menyesatkan atau tidak, bila terbukti menyesatkan biarlah pihak kepolisian yang bertindak sesuai aturan hukum,” tegas Al Ahyu.

Baca Juga : Dituding Sesat, Mahasiswa GMKI Medan Demo Gereja IRC

Hal senada juga disampaikan Kasubbag TU, Nepo Pohan menegaskan surat keterangan pendaftaran nomor: Kd.02.15/BA.01.1/165/2008 yang dikeluarkan kantor Departemen Agama Kota Medan menerangkan permohonan izin pemakaian nama Gereja baru nomor: 05/GIK/MKI/2008 dan surat keputusan rapat besar Gembala menjelaskan nama Gereja Bethel Jemaat Medan Kota Tuaian berganti nama Gereja Indonesia Kegerakan serta Pembangunan Gereja yang permanen segera dilakukan.

“Bahwa Gereja Kegerakan Indonesia sebagai Gereja lokal yang baru di kota Medan dan keberadaan sebelumnya bukan di Jalan Setiabudi Gang Rahmad Kecamatan Medan Selayang dan juga keberadaannya tidak pernah dilaporkan,” sebutnya.

Padahal dalam ketentuan surat tersebut dijelaskan lagi,bahwa Gereja Indonesia Kegerakan tetap memperhatikan dan mematuhi peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor: 9 dan 8 Tahun 2008 dan peraturan Lainnya dibidang keagamaan dan pemerintahan.dan bahkan setiap akhir tahun kalender diwajibkan melaporkan keberadaannya kepada kantor Departemen Agama kota Medan.

Kasi Bimas Kristen Kemenag Medan JH Sinambela mengaku, belum mengetahui dugaan aliran sesat yang selama ini sudah dilaporkan Guntur Marbun ke pihak Bimas Kristen maupun ke Polrestabes Medan.

Baca Juga : Dugaan Ajaran Sesat, Puluhan Jemaat Gereja IRC Desak Pendeta Asaf Tunggul Bertobat

“Mohon dukungannya agar kasus ini secepatnya selesai, meski ada kelalaian kami sebelumnya, untuk itu kami sudah ada tim khusus mendalami dan menuntaskan kasus ini, kami akan tetap koordinasi kepada seluruh pihak-pihak terkait,” ucap JH Sinambela.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :