Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan Hadiri Pembukaan Workshop Guru PAI dan Bagikan Kartu Ustadz Mitra Kamtibmas

40

Simalungun, Lensawarga.com – Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan, menghadiri pembukaan workshop guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Se-Kabupaten Simalungun yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Simalungun sekaligus Penyerahan Kartu Ustadz Mitra Kamtibmas, Jumat (29/3/2019) Pukul 09.00 WIB di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Simalungun.

Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan Hadiri Pembukaan Workshop Guru PAI

Kegiatan pembukaan workshop guru-guru PAI ini diselenggarakan oleh pihak Kemenag Kabupaten Simalungun yang mengambil tema “Peran Guru Agama Islam Dalam Mensosialisasikan Moderasi Beragama dan Menjaga Kebersamaan Umat”.

Baca Juga : Kapolres Simalungun Gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan Para Camat dan Kepala Desa Se-Simalungun Bawah

Kegiatan workshop tersebut dihadiri sekitar 300 orang, turut hadir, Kakan Kemenang Kabupaten Simalungun Sakoanda Siregar, Ketua MUI Kabupaten Simalungun H. Abdul Halim Lubis, Kasat Intelkam AKP Gering Damanik, Kasat Binmas AKP Y. Sinulingga, Para Kasi, Kasubbag dan Ka KUA Kecamatan, dan Pengawas dilingkungan Kemenag Kabupaten Simalungun, serta Para guru agama Islam Se-Kabupaten Simalungun.

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, Kakan Kemenag Simalungun Sakoanda Siregar dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Simalungun dan Ketua MUI Kabupaten Simalungun karena hadir di acara tersebut dan ini merupakan suatu kehormatan bagi Kemenag Simalungun.

Loading...

Dalam sambutannya, Sakoanda menjelaskan bahwa ada tiga komponen dalam menunjang pendidikan agama Islam yaitu guru madrasah, guru agama islam dan guru pendidikan pesantren.

“Maka kali ini, kami sengaja mengundang guru agama Islam sebagai salah satu komponen dimaksud, karena beberapa waktu lalu guru madrasah sudah melakukan giat deklarasi anti hoax di tingkat propinsi Sumut yang memecahkan rekor MURI,” ucap Sakonda.

Menurutnya, moderasi beragama adalah sebuah jalan tengah dari ekstrim kanan dan ekstrim kiri dalam artian antara yang punya pandangan agama dalam konsep teknis fundamentalis dengan pandangan agama dalam konsep liberalis.

“Kalau dulu kita mengenal ada kaum tua seperti Nahdlatul Ulama, Alwasliyah dan sebagainya, serta kaum muda seperti Muhammadiyah yang bersama dalam faham Ahlussunnah waljamaah maka saat ini ada faham baru yang mulai di Indonesia seperti wahabi, syiah, dan sebagainya, maka hal ini nantinya akan dibahas melalui Ketua MUI Kabupaten Simalungun,” sebutnya.

Perlunya menjaga kerukunan beragama dan menjaga kebersamaan umat dalam bingkai NKRI, dan Islam merupakan agama yang cinta damai, menolak hoax, ujaran kebencian dan mendukung pemilu damai 2019 yang juga nantinya dapat meningkatkan kompetensi guru pendidikan agama Islam

Kapolres Simalungun AKBP M. Liberty Panjaitan dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih kepada Kemenag Simalungun atas undangan dan kesempatan yang diberikan. Dan melalui momen ini Kapolres mengajak masyarakat untuk melawan hoax, ujaran kebencian dan isu SARA guna mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai di Kabupaten Simalungun sekaligus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Dukung Polri dalam mengayomi masyarakat dan mewujudkan Kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Simalungun. Polres Simalungun dan Kemenag Simalungun merupakan mitra kamtibmas yang kedepan akan senantiasa bersinergi,” ujar Liberty.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolik Kartu Usdadz Mitra Kamtibmas oleh Kapolres Simalungun kepada perwakilan Ka KUA, tokoh agama, ustadz, guru pendidikan agama Islam, guru madrasah di Kabupaten Simalungun.

Penyampaian testimoni oleh perwakilan peserta untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta NKRI harga mati dari para Guru Pendidikan Agama Islam serta mensukseskan Pemilu 2019 yang aman dan damai di Kabupaten Simalungun.

Dan juga penyampaian dan pendalaman materi tentang Moderasi beragama dan menjaga kebersamaan umat dari narasumber Ketua MUI Kabupaten Simalungun H. Abdul Halim Lubis, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab seputar materi yang disampaikan.

Workshop guru-guru pendidikan agama Islam yang diselenggarakan Kemenag Simalungun nantinya akan berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 29 s/d 30 Maret 2019 yang bertujuan untuk mewujudkan Pemilu yang aman dan damai serta menjaga kerukunan dan toleransi umat beragama di wilayah Kabupaten Simalungun.

Baca Juga : Kapolres Simalungun Pimpin Sertijab Kasat Narkoba Polres Simalungun

Usai kegiatan Ketua MUI Kabupaten Simalungun H. Abdul Halim Lubis, membacakan doa dan ditutup oleh protokol dan foto bersama hingga berakhir dengan aman kondusif.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :