Jokowi: Politik Genderuwo Harus Disetop!

17

Jakarta, Lensawarga.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menghebohkan publik dengan menyebut adanya politik ‘genderuwo’ di tengah masyarakat. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Poltik Genderuwo?

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Dilansir detikcom, Saat ditanya, politik genderuwo yang dimaksud Jokowi yakni cara-cara berpolitik yang menggunakan propaganda yang menakut-nakuti. Politik semacam ini dapat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

Baca Juga : Yusril Jadi Lawyer Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019, PBB Tentukan Sikap Desember

“Tadi kan saya sampaikan politikus genderuwo itu cara-cara berpolitik dengan propaganda menakut-nakuti, menimbulkan kekhawatiran, menimbulkan ketidakpastian, terakhir menjadi keragu-raguan masyarakat,” kata Jokowi di lokasi peresmian Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (09/11/2018).

Menurut Jokowi, politik semacam itu harus segera dihentikan. “Ini cara-cara berpolitik yang tidak beretika seperti ini jangan diterus-teruskan. Setop, setop!” katanya.

Presiden Jokowi berharap, perpolitikan di Indonesia dipenuhi dengan kegembiraan. Dia juga mengatakan, pesta demokrasi di Indonesia juga mestinya penuh dengan kegembiraan, dan kesenangan.

“Masyarakat dengan kematangan politiknya memberikan suara dengan memilih jernih dan rasional. Kita harus mengarahkan kematangan dan kedewasaan berpolitik dengan cara-cara seperti itu,” ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Jokowi, dirinya sering menyampaikan agar masyarakat berhijrah dari hal yang buruk menuju kebaikan.

“Sering saya sampaikan, hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran, hijrah dari pesimisme kepada optimisme, hijrah dari kegaduhan ke kerukunan dan persatuan,” ucap Jokowi.

Terkait dengan siapa yang memainkan politik genderuwo itu, Jokowi menyerahkan penilaiannya kepada publik.

Baca Juga : Dituduh Antek Asing dan Aseng, Ini Jawaban Mengejutkan Presiden Jokowi

“Saya sampaikan, itu politikus genderuwo ya dicari saja politikusnya,” pungkasnya.

Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :