Jembatan Tua Sering Memakan Korban, Pangulu Irawanto Ikut Berswadaya Perbaiki Jembatan

124

Simalungun, Lensawarga.com – Kondisi jembatan penghubung antar Dusun di Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan sudah sangat memprihatinkan bahkan nyaris runtuh. Menurut penuturan warga sekitar, bangunan jembatan ini sudah berusia puluhan tahun.

Kondisi jembatan Penghubung Antar Dusun di Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan

Hal itu di benarkan oleh seorang kakek yang kini berusia 80 tahun, seorang kakek bernama Ayub warga Dusun 1 Nagori Tangga batu salah satu sesepuh di dusun tersebut.

Baca Juga : Belum Setahun Proyek Jembatan Dana Desa di Simalungun Nyaris Runtuh, Warga Minta Inspektorat Turun Tangan

Dari keterangan kakek Ayub, jembatan itu di bangun sejak jaman kolonial Belanda, dulunya untuk mengangkut hasil dari perkebunan teh yang kini sudah menjadi milik BUMN PTPN IV unit Balimbingan,” kata kakek Ayub kepada Lensawarga.com, Rabu (18/9/2019).

Pantas saja jembatan itu kini sudah rapuh termakan usia, sayangnya pihak Pemerintah Kabupaten tak begitu memperhatikan kondisinya saat ini.

Loading...

Saat dikonfirmasi Panggulu Nagori Tangga Batu Irawanto menjelaskan, bahwa dirinya sudah beberapa kali mengirimkan proposal ke Pemkab Simalungun dan PTPN IV unit Balimbingan, namun sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak terkait.

Untuk meminimalisir terjadinya kecalakaan, Pangulu Tangga Batu Irawanto mengajak warga Dusun I untuk berswadaya memperbaiki lantai jembatan yang berlobang.

“Sudah beberapa kali pengendara sepeda motor terjatuh disana, terutama ibu-ibu dan anak sekolah, hal ini harus kita atasi agar tak terjadi hal yang lebih fatal,” kata Irawanto

Menurut keterangan Camat Hatonduhan Maryaman Samosir, bahwa jalan itu adalah jalan Kabupaten maka sudah semestinya Pemkab Simalungun yang berperan untuk merenovasi jembatan penghubung itu,” tutur Camat Hatonduhan.

Jembatan penghubung ini menjadi akses penting untuk masyarakat, terutama masyarakat dusun VII jawa dolok, Dusun VIII Kampung Gereja, Dusun IX Seribulaksa dan masyarakat kampung Galugur.

Bahkan perkebunan PTPN IV unit Balimbingan setiap hari melintasi jembatan ini untuk mengeluarkan hasil dari panen sawitnya.

Selanjutnya, Tim Lensawarga.com pun coba menanyakan langsung ke pihak perkebunan PTPN IV terkait keterlibatan PTPN IV Balimbingan untuk ikut bertanggung jawab membenahi jembatan tersebut.

Pasalnya mobil-mobil angkutan PTPN IV bermuatan sawit dengan tonase 9 hingga 10 ton perhari ikut mempengaruhi rusaknya jembatan tersebut. Di tambah lagi usia jembatan yang sudah sangat tua, tentu kegelisahan masyarakat cukup beralasan.

Asisten perkebunan PTPN IV bermarga Simamora menuturkan, bahwa pihaknya akan menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat melalui rapat dengan Manejer.

“Ini sudah kami sampaikan ke Humas,” tuturnya.

Baca Juga : Komunitas Relawan North Sumatera (KRNS) Kabupaten Simalungun Bagikan Sembako untuk Warga Miskin

Hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan lebih lanjut dari PTPN IV unit Balimbingan. Tentunya masyarakat setempat sangat berharap adanya keterlibatan langsung dari PTPN IV untuk ikut bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi pada jembatan tersebut.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :