Jembatan Penghubung di Nagori Tangga Batu Rawan Ambruk

Simalungun, Lensawarga.com – Kondisi jembatan penghubung antar dusun di Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun sudah sangat memprihatinkan bahkan nyaris runtuh.

Kondisi Jembatan di Nagori Tangga Batu Rawan Ambruk

Menurut penuturan warga sekitar, bangunan jembatan tersebut sudah berusia puluhan tahun. Hal itu dibenarkan oleh seorang kakek bernama Ayup yang kini berusia 80 tahun, warga Dusun 1 Nagori Tangga Batu yang merupakan salah satu sesepuh di Dusun tersebut.

Baca Juga : Belum Setahun Proyek Jembatan Dana Desa di Simalungun Nyaris Runtuh, Warga Minta Inspektorat Turun Tangan

Loading...

“Jembatan itu dibangun sejak zaman kolonial Belanda, dulunya untuk mengangkut hasil dari perkebunan teh yang kini sudah menjadi milik BUMN PTPN IV unit Balimbingan,” kata kakek Ayup.

Kakek Ayup menambahkan, sayangnya  sampai saat ini pihak pemerintah Kabupaten tak begitu memperhatikan kondisi jembatan yang rawan ambruk tersebut.

Pantauan Lensawarga.com di lokasi, Rabu (14/8/2019). Tampak kondisi jembatan sudah mulai rapuh termakan usia.

Terpisah, Panggulu Tangga Batu Irawanto saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa dirinya sudah beberapa kali mengirimkan proposal ke Pemkab Simalungun dan PTPN IV unit Balimbingan, namun belum ada kejelasan dari pihak terkait.

Sementara itu, menurut keterangan Camat Hatonduhan Maryaman Samosir, jalan disekitaran jembatan itu adalah jalan Kabupaten.

“Maka sudah semestinya Pemkab yang berperan untuk merenopasi jembatan penghubung itu,” kata Maryaman.

Jembatan penghubung ini menjadi akses penting untuk masyarakat, terutama masyarakat Dusun VII Jawa Dolok, Dusun VIII Kampung Gereja, Dusun IX Seribulaksa dan masyarakat Kampung Galugur.

Bahkan perkebunan PTPN IV Unit Balimbingan setiap hari melintasi jembatan ini untuk mengeluarkan hasil dari panen sawitnya. Tentunya keterlibatan PTPN IV Balimbingan juga ikut bertanggung jawab untuk membenahi jembatan tersebut.

Pasalnya mobil-mobil angkutan PTPN IV bermuatan sawit dengan tonase 9 hingga 10 ton perhari ikut mempengaruhi rusaknya jembatan ini. Di tambah lagi usia jembatan yang sudah sangat tua, tentu kegelisahan masyarakat cukup beralasan.

Selanjutnya, Lensawarga.com melakukan konfirmasi kepada Asisten Perkebunan PTPN IV bermarga Simamora untuk menjelaskan persoalan ini.

Simamora menuturkan, bahwa pihaknya akan menyampaikan apa yang menjadi keluhan melalui rapat dengan Manejer.

Baca Juga : Waaster Kasad Brigjen Gathut Setyo Utomo Kunjungi Lokasi Jembatan Gantung Nagori Buntu Turunan di Simalungun

“Ini sudah kami sampaikan ke Humas, untuk rehab total mungkin bukan wewenang kami, perkebunan hanya akan memberikan perbaikan biasa, contohnya menyediakan kayu untuk mengganti yang sudah busuk, begitupun akan kami musyawarahkan dengan pihak desa langkah apa yang bisa kami upayakan,” ujarnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :