Jembatan Lintas Aceh Utara-Aceh Timur seperti Zaman Tahun 1960-an

Aceh, Lensawarga.com – Sungguh miris melihat keadaan yang dirasakan warga Desa Seuneubok Doe Kecamatan Tanah Jambo Aye yang tinggal di sudut perbatasan Aceh Timur, dimana akses penyebrangan jembatan jalan yang ada di wilayah tersebut masih menggunakan jembatan yang terbuat dari kayu. Hal ini sudah dirasakan sejak tahun 1960, namun sampai saat ini belum ada titik terang terhadap kemajuan yang dirasakan masyarakat.

Kondisi Jembatan di Wilayah Perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara

Padahal wilayah pesisir di Kecamatan tersebut adalah tempat strategis bagi kedua wilayah perbatasan Aceh Utara dan Aceh Timur yang selalu difungsikan untuk mengangkut hasil panen dan hasil tambak yang ada di kedua wilayah.

Baca Juga : Masyarakat Minta Pemkab Bangun Gapura Pembatas di Ujung Timur Aceh Utara

Loading...

Zulfahmi seorang pemilik tambak saat diwawancarai wartawan Lensawarga.com, Sabtu, (10/11/2018) Pukul 14.00 WIB, menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap pemerintah yang kurang peduli terhadap masyarakat yang berada di wilayah tersebut.

“Kami sangat mengharapkan pemerintah supaya terbuka matanya terhadap masyarakat agar mau membenahi jembatan yang sudah sekian lama kondisinya seperti ini, lagipun ini akan memberikan sesuatu yang sangat membantu masyarakat untuk memudahkan dalam melintasi wilayah Aceh Timur dan Aceh Utara,” ujarnya.

Dalam bahasa daerahnya, Zulfami juga mengatakan, (Lon lakee bak Pemimpin kamoe neu peugot Tutu kekamoe nak mudah kamoe jak ue coh) yang artinya “Kami minta kepada pemimpin kami untuk membuat Titi buat kami supaya kami bisa menyebrang ke sebelah”.

Baca Juga : Masyarakat Minta Pemkab Aceh Utara Mendata Ulang Aset Daerahnya

“Kita sangat mengharapkan kepada pemerintah, baik ditingkat Kabupaten maupun Provinsi Aceh untuk merealisasikan Jembatan Perbatasan Aceh Utara dan Aceh timur di Seuneubok Doe,” pungkasnya.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :