Ini Kata Saut Situmorang Usai Mengundurkan Diri dari Pimpinan KPK

2979

Sleman, Lensawarga.com – Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Saut Situmorang, menyayangkan surat pengunduran dirinya dari KPK tersebar luas. Menurut Saut surat tersebut untuk internal KPK.

Saut Situmorang

Terkait pengunduran dirinya, Saut pun membantah anggapan yang menyebut dirinya mengundurkan diri lantaran kecewa dengan hasil Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK. Ia menegaskan anggapan itu keliru.

Baca Juga : Saut Situmorang Usulkan Pimpinan KPK Ditentukan Langsung Oleh Presiden Jokowi

“Kemarin kan saya sepertinya dinilai itu nggak terima hasil Pansel, Capim, nggak. Saya katakan nothing personal buat mereka semua, nggak ada yang persoalan di situ,” kata Saut kepada wartawan, Sabtu (14/9/2019).

Pernyataan tersebut disampaikan Saut usai menjadi pembicara workshop dan talkshow ‘literasi berintegritas’ di Taman Bacaan Masyarakat Mata Aksara, Jalan Kaliurang Km 14 nomor 15A, Umbulharjo, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Loading...

Saut menjelaskan, bahwa alasan pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua KPK merupakan hasil akumulasi pemikirannya selama ini dan Ia pun menolak anggapan yang menyebut pengunduran dirinya karena kecewa dengan hasil seleksi pimpinan KPK.

“Itu kan (keputusan pengunduran diri) akumulasi pemikiran saya, gitu. Cuma yang jadi pertanyaan ketika saya sudah mengumumkan itu kan sebenarnya (buat) internal ya. Sebenarnya jangan keluar dulu, kan itu prosesnya juga panjang,” tuturnya.

Tak lama setelah surat pengunduran dirinya menyebar, Saut bercerita bahwa dirinya diajak bertemu dengan tiga pimpinan KPK lainnya, yakni Agus Rahardjo, Laode M Syarif, dan Basaria Panjaitan. Dalam pertemuan itu mereka membahas sejumlah hal.

“Mereka mengatakan ‘kita tinggal sedikit lagi’, ada banyak kasus-kasus besar yang harus kami pelajari dan harus kami tindaklanjuti yang sudah matang sebenarnya,” ungkapnya.

“Oleh sebab itu nanti kita tunggu seperti apa ya. Tapi saya pribadi memang berpikiran apa yang disampaikan Pak Agus, Bu Basaria dan Pak Laode waktu hampir beberapa jam kami (berdiskusi) di situ,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu Saut juga mengomentari terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023. Saut menyebut terpilihnya Firli adalah keputusan Komisi III DPR RI yang sudah final dan tak mungkin diubah lagi.

“Itu (terpilihnya Firli) sudah given, tinggal kita bagaimana nanti kita lakukan induksi. Jadi di KPK itu ada istilah induksi, bagi mereka beberapa hari diajak untuk (berdiskusi) ini lho medan perang di Indonesia,” bebernya.

“Kecuali buat Pak Firli kan sudah setahun di sana (sebagai Deputi Penindakan KPK). Dia pasti paham tinggal nanti memodifikasi, tinggal nanti mengubah gayanya dia, style-nya dia dengan value yang ada di benak dia,” pungkas Saut.

Baca Juga : DEEP Sebut Revisi UU KPK Bikin Anggota DPR Kebal Hukum

Seperti Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Saut Situmorang, mengundurkan diri lembaga antirasuah. Rencananya Saut akan menaggalkan jabatannya di KPK mulai Senin 16 September 2019.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :