I Kadek Agus Mulyawan: Bali Juga Butuh MRT untuk Mengatasi Kemacetan, Kenapa Tidak?

Bali, Lensawarga.com – Peresmian Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit) yang dikenal dengan MRT merupakan angkutan massal cepat yang diresmikan oleh Presiden Jokowi di Jakarta, pada tanggal 24 Maret 2019 lalu, mendapat perhatian dari Pengacara yang sekaligus Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) I Kadek Agus Mulyawan.

I Kadek Agus Mulyawan

Agus mengatakan, bahwa sama halnya dengan Jakarta di Bali juga butuh MRT, bahkan menurutnya di Jakarta juga sudah ada kereta api, bushway dan moda transport lainnya sedangkan di Bali tidak ada kereta.

Baca Juga : I Kadek Agus Mulyawan: Jika Saya Lolos Terpilih, Rakyat Bisa Pecat Saya Sewaktu-waktu

“Kalau bicara macet itu sama, Bali juga sangat macet akan tetapi Bali kan belum ada transportasi publik yang ideal masuk ketempat ramai kunjungan wisata karena jalannya sempit dan macet maka dari itu akan sangat cocok dibangun MRT, Coba kita bandingkan antara Bali dengan negara Singapura yang luasnya lebih kecil dari Kabupaten Tabanan, mereka punya MRT lalu Bali kenapa tidak?” ujar Agus kepada Lensawarga.com, Rabu (27/3/2019).

Pembangunan infrastruktur MRT kata Agus, juga pada prinsipnya tidak bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali karena jalurnya dibawah tanah dan MRT akan sangat bagus dapat dipakai sebagai solusi untuk mengatasi masalah kemacetan, seperti di kabupaten Badung, Nusadua, Jimbaran, Kuta, Seminyak, Cangu, dan lainnya, ucap Caleg Provinsi Bali ini.

Loading...

Caleg DPRD Provinsi Bali, Dapil Klungkung ini menambahkan, kalau jumlah kendaraan bermotor di Bali setiap tahun itu dapat mencapai sekitar 7% per tahun, sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya 2% per tahun.

“Jelas tidak seimbang, itulah alasannya kita lebih butuh sarana angkutan publik sebagai solusi kemacetan, disamping itu hal yang terpenting dimana Bali yang dikenal dengan daya tarik wisatanya,” sebutnya.

Agus menjelaskan, biasanya Turis mancanegara terus berdatangan bahkan naik tiap tahun untuk menikmati destinasi wisata Bali sedangkan destinasi wisata tersebut macet.

“Lalu apakah mereka datang ke Bali hanya untuk menikmati kemacetan, hal ini harus menjadi perhatian serius untuk kita semua khususnya 2 lembaga eksekutif dan legislatif karena kemacetan di Bali akan sangat mudah tersebar dimana-mana melalui media online,” kata Agus.

“Tentunya hal ini akan membawa dampak negatif bagi wisatawan lainnya yang akan berkunjung ke Bali, karena mereka yang menikmati kemacetan akan bercerita ke teman-temannya yang lain, untuk itu sangat perlu ditakutkan jika mereka akan mengalihkan destinasi wisata mereka ke negara lain,” sambungnya lagi.

Lantas darimana Bali akan memperoleh anggaran untuk membangun MRT?

“Ya, kita harus belajar dari Jakarta dong dan masalah dana kan banyak opsi, bisa di support APBN/APBD atau mungkin melalui loan, ini kan projek menghasilkan dan mekanismenya kan bisa dipelajari. jika iya kenapa tidak!” imbuhnya.

Baca Juga : I Kadek Agus Mulyawan: Saya Sudah Mohon Restu Raja Klungkung

“Yang penting cita-cita untuk mewujudkan itu ada dulu, jika Jakarta bisa, kenapa Bali tidak dan juga ini kan rencana jangka panjang kedepan jadi saatnya kita kerja keras untuk mewujudkannya,” tutupnya optimis.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :