I Kadek Agus Mulyawan: Ahmad Dhani Ditahan, Bukti Kekuatan Rakyat - Lensa Warga
News

I Kadek Agus Mulyawan: Ahmad Dhani Ditahan, Bukti Kekuatan Rakyat

Bali, Lensawarga.com – Law is a command of the Lawgiver (Hukum adalah perintah dari penguasa) dapat diartikan perintah dari mereka yang memiliki kekuasaan tertinggi atau yang memegang kedaulatan tertinggi dalam hal ini adalah rakyat. Hal tersebut disampaikan I Kadek Agus Mulyawan, SH MH seorang Pengacara (Lawyer) sekaligus Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Bali untuk Dapil Klungkung.

I Kadek Agus Mulyawan

Penggiat anti korupsi ini turut menanggapi kasus yang menimpa Musisi Ahmad Dhani terkait kasus ujaran kebencian, dimana Ahmad Dhani kini telah menjadi tahanan di Rutan Cipinang.

I Kadek Agus Mulyawan mengatakan, dengan ditahannya Ahmad Dhani, sebagai bukti perintah rakyat sudah dilaksanakan, untuk itu kata Agus, sebaiknya jangan menodai kedaulatan rakyat dalam bentuk undang-undang itu sendiri.

Baca Juga : Ahmad Dhani Minta Dicarikan Sel Bebas Asap Rokok karena Mengidap Asma

“Apalagi melawannya, sehingga rakyat akan tidak terima seperti yang di lakukan oleh Ahmad Dhani karena menyebarkan informasi yang kemudian menimbulkan rasa kebencian,” kata Agus kepada Lensawarga.com saat dihubungi, Rabu (30/1/2019).

Menurut Agus, yang sering disebut-sebut sebagai Tokoh Anti Korupsi ini juga menyatakan, bukan tanpa alasan atau sekadar iseng seseorang membuat ujaran atau kriminalitas kebencian. Hal ini diduga karena faktor utama yang memotivasinya adalah prasangka buruk terhadap orang atau kelompok tertentu.

“Prasangka ini dapat terbentuk dari sosialisasi dan internalisasi terus menerus di lingkungan, teman-teman, atau orang-orang di sekitar yang ikut sama-sama pembuat ujaran kebencian,” ujarnya.

Dia menambahkan, diduga juga karena konflik atau kekecewaan terhadap tindakan tertentu yang dilakukan si objek memicu pembuat ujaran kebencian untuk menyatakan hal-hal negatif tentangnya.

“Mungkin karena pembuat ujaran kebencian tak bermasalah dengan identitas si Objek tersebut, akan tetapi karena didorong rasa kecewa, ia mencomot identitas pelaku sebagai sasaran dan memprovokasi orang-orang sekitarnya untuk percaya,” terang Agus.

Politisi Nomor Urut 1, Caleg DPRD Provinsi Bali Dapil Klungkung dari Partai Solidaritas Indonesia ini juga menekankan, Pelaku ujaran kebencian sangat pantas dihukum karena akan sangat berbahaya di masyarakat.

“Ujaran kebencian itu sendiri dapat menular, jika seseorang menganggap pembuat ujaran kebencian sebagai sosok yang kredibel, dipanut, atau diyakini setiap ucapannya adalah kebenaran, maka ia akan menyebarkan berita-berita buruk dan itu tidak peduli yang dikonsumsi dan didistribusikannya berita bohong atau opini personal sekalipun,” terang Agus.

“Sehingga bisa menyalurkan hasrat mengutarakan ketidaksukaannya, hal itu dianggap sah-sah saja untuk dibaca dan dibagikan, jika itu terjadi akan sangat berbahaya di masyarakat kita,” sambungnya.

Meski demikian, menurut Agus, saat kasus ujaran kebencian mencuat sekarang ini, terdapat banyak perbedaan cara pandang terhadap hukum diantara kelompok masyarakat atas berbagai ketidakpuasan, atas penegakkan hukum dan penanganan berbagai persoalan hukum yang bersumber karena cara pandang mereka yang tidak sama, tentang apa yang dimaksud hukum dan apa yang menjadi sumber hukum.

Baca Juga : Di Rutan Cipinang, Ahmad Dhani Satu Sel dengan 300 Tahanan

“Hal ini juga mungkin dipicu karena efek tahun politik dimana hampir seluruh aktor politik saling berebut pengaruh melalui penggunaan media sosial untuk kepentingan politik. Mereka berebut mempengaruhi masyarakat melalui saluran media sosial,” sebut Owner Kantor Hukum Agus M and Associates ini.

Bagikan :

Tentang Penulis

Redaksi

www.lensawarga.com

Tinggalkan Komentar