Hama WBC Bikin Petani di Simalungun Resah, PPL Dinas Pertanian Turun Tangan

Simalungun, Lensawarga.com – Petugas Pelaksana Lapangan (PPL) Dinas Pertanian melaksanakan sosialisasi tentang cara mengatasi hama Wereng Batang Coklat (WBC) ke Petani Padi di Nagori Mariah Hombang, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kamis (11/7/2019).

PPL Dinas Pertanian Sosialisasi Hama WBC ke Petani di Simalungun

Hama Wereng Batang Coklat (WBC) merupakan Hama utama pada tanaman padi, yang paling ditakuti oleh para petani, karena Hama WBC bisa berdampak fatal, yang berimbas Petani gagal panen (Fuso).

Baca Juga : Bijak Manfaatkan Media Sosial, Warga Hatonduhan dapat Donatur untuk Bangun Jembatan Gantung

Loading...

Sementara petugas PPL dari Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, hadir memberikan Sosialisasi ke Nagori Mariah Hombang, Kecamatan Huta Bayu Raja.

Kepada Lensawarga.com, PPL mengatakan, bahwa sosialisasi kepada para petani padi tersebut guna menanggapi berbagai keluhan dari warga petani di daerah tersebut.

Tentu untuk mengadakan penanggulangan/pencegahan untuk mengatasi Hama WBC agar tidak menjalar dan tidak berkembang biak, PPL dari Dinas Pertanian juga mendengarkan semua keluhan petani disana.

Seorang petani bernama Tiva br Sirait mengatakan, bahwa Hama WBC adalah Hama yang tidak bisa diajak kompromi, hama penghisap ini, menyerap cairan batang padi, alhasil batang padi akan layu dan mati sebelum berkembang.

“Akibatnya para petani gagal panen atau fuso dan merugi, sementara biaya untuk mengelola sudah besar belum lagi pupuk yang sudah di tabur,” ujarnya.

Petugas PPL Dinas Pertanian Kecamatan Hutabayu Raja, D. Sidabutar membawa jenis racun pembunuh serangga WBC dan juga alat semprot petani, serta langsung memperagakan cara dan teknisnya di hadapan para petani setempat.

“Racun pembunuh hama WBC yakni Insektisida Applaud 10 WP (400gr) berjenis serbuk ini bisa digunakan, tentu dengan cara yang sesuai, dosis dan ukurannya harus seimbang,” kata Sidabutar.

“Implementasinya harus tepat dan cara penyemprotan di lakukan saat pagi hari disaat hama sedang reproduksi jika sudah siang hama sudah sembunyi di balik batang padi,” sambungnya.

Sementara itu, Kamaruddin Sam, Korwil Dinas Pertanian Simalungun yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut, mengatakan kehadiran Dinas Pertanian ke Nagori tersebut untuk menanggapi berbagai keluhan masyarakat petani Huta Bayu Raja.

“Semua keluhan dari petani bisa di tampung di dinas pertanian, baik itu penanggulangan hama tanaman, kelangkaan pupuk, dan mahalnya pengelolaan,” kata Sam.

Sam juga menambahkan, mahalnya pupuk bersubsidi seperti Pupuk Phonska yang dulunya harga Rp 130.000 kini menjadi Rp 170.000.

“Seperti yang ibu bilang tadi, kami dari dinas akan berkoordinasi dengan distributor, mungkin langkah ini yang bisa kami lakukan untuk membantu para petani di Pedesaan,” ujar Sam.

Baca Juga : HUT Bhayangkara ke-73, Polres Simalungun Gelar Upacara dan Syukuran

Masyarakat petani Desa Mariah Hombang, Huta Bayu Raja, berharap agar Pemerintah dapat lebih memperhatikan para Petani dengan memberikan harga subsidi pupuk dan juga bibit unggul karena petani Padi khususnya saat ini menjadi andalan untuk Swasembada pangan baik di tingkat daerah maupun nasional.

loading...
Jangan Baca Sendiri, Ayo Bagikan :